Rawat Spirit Pluralisme, Perhimpunan Tionghoa Jatim Napak Tilas Jejak Kebangsaan Gus Dur di Jombang
Selain ziarah, INTI Jatim melakukan kunjungan budaya ke Klenteng Hong San Kiong dan Museum Wayang Potehi di Gudo.
Ketua Panitia, Phoa Anditya, menyebut ada fenomena menarik di lokasi tersebut, di mana kesenian khas Tionghoa justru dipelajari oleh para santri.
"Di workshop Wayang Potehi, kami melihat bukti nyata inklusivitas. Banyak santri yang menekuni kesenian ini. Ini adalah jembatan persaudaraan yang konkret," kata Phoa.
Sebagai bentuk implementasi nilai kemanusiaan, kegiatan ditutup dengan pembagian 1.000 paket takjil di kawasan Alun-Alun Jombang. Aksi sosial ini menjadi simbol harmoni antara komunitas Tionghoa dengan masyarakat luas, terutama dalam momentum menyambut bulan suci Ramadan.
Bagi INTI, sosok Gus Dur bukan sekadar pemimpin politik, melainkan inisiator yang mendorong lahirnya organisasi tersebut pascareformasi 1998. Organisasi ini berkomitmen untuk terus merawat memori kolektif tentang Gus Dur guna memastikan semangat kerukunan lintas suku dan agama tetap terjaga di masa depan.
Editor : Zainul Arifin