Momentum Imlek dan Ramadan, Kampus Ini Ajak Perkuat Persatuan dalam Keberagaman
SURABAYA, iNewsMojokerto.id – Momentum berdekatan antara perayaan Imlek, Ramadan, dan masa Prapaskah dimaknai sebagai ruang refleksi untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman. Hal itu mengemuka dalam diskusi bertajuk “Imlek & Ramadan: Belajar dari Dua Peradaban” yang digelar di Dian Auditorium Universitas Ciputra Surabaya.
Menghadirkan Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid serta Konsul Jenderal RRT di Surabaya, Ye Su sebagai pembicara. Diskusi ini dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap sosok Gus Dur yang telah membuka jalan bagi pengakuan terhadap eksistensi kebudayaan Tionghoa di Indonesia.
Rektor Universitas Ciputra, Prof. Dr. Wirawan E.D. Radianto, menegaskan bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan kekuatan yang harus dirawat melalui dialog dan saling pengertian.
“Diskusi ini menunjukkan jika perbedaan itu harus dipandang sebagai sebuah kekuatan dan dengan adanya pemahaman tentang perbedaan, kita semua terdorong lebih toleran antara satu dengan yang lain,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman budaya dan agama di Indonesia membutuhkan ruang-ruang perjumpaan yang sehat agar tercipta kohesi sosial yang kuat.
Yenny Wahid menekankan bahwa sejak awal Indonesia dibangun di atas fondasi kebhinekaan yang dirumuskan dalam Pancasila oleh para pendiri bangsa, termasuk ayahnya, Abdurrahman Wahid.
Editor : Trisna Eka Adhitya