Rumah Korban Longsor Mojokerto Milik Kakak Adik Bakal Dibangun Ulang Pemerintah Daerah
MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Rumah milik kakak adik, Paikan dan Eli Munawaroh warga Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang rusak diterjang longsor bakal dibangun ulang pemerintah daerah (Pemda) setempat.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra telah turun langsung ke lokasi terdampak untuk meninjau kondisi rumah warga yang rusak berat akibat ambrolnya tembok penahan jalan.
Kedatangan Albarra sekaligus menyerahkan bantuan melalui BPBD setempat, berupa paket sembako, satu unit kompor gas dua tungku, serta paket perlengkapan keluarga berisi sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, sampo, handuk, pembalut, tisu, senter, kontainer plastik, dan jas hujan.
“Alhamdulillah pada kesempatan yang berbahagia ini saya bisa berkunjung ke Pak Paikan secara langsung setelah mendapatkan informasi mengenai longsor tembok penahan tanah mengakibatkan rumah beliau terdampak,” ujar Albarra.
Ia menekankan bahwa kondisi cuaca yang masih tidak menentu hingga awal tahun depan menuntut seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kita harus meningkatkan kesiapsiagaan terkait potensi bencana lainnya. Rata-rata kondisi longsor ini berada di beberapa kecamatan seperti Trawas, Pacet, Gondang, dan Jatirejo. Kami berharap BPBD meningkatkan kesiapsiagaannya,” ujarnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto, menjelaskan longsor terjadi pada 25 Desember pukul 15.30 WIB akibat curah hujan tinggi. Tembok penahan jalan ambrol dan berdampak pada rumah milik Paikan serta rumah adiknya, Eli Munawaroh.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa pada saat kejadian,” jelas Bambang dikutip dari Pemkab Mojokerto, Kamis (1/1/2026).
Ia menambahkan, kondisi rumah Paikan saat ini rata dengan tanah, dengan luas lahan 153 m² dan area terdampak seluas 58 m². Sebagai langkah awal, pihaknya bersama BPR Majatama merencanakan pembangunan rumah yang terdampak dalam waktu dekat.
"Kami siapkan dua program pembangunan baru. Kemarin juga sudah dihitung oleh tim teknis, kurang lebih Rp53 juta. Untuk rumah milik Ibu Eli Munawaroh, kami siapkan Rp20 juta untuk perbaikannya,” ungkapnya.
Bambang juga menekankan pentingnya penguatan tembok penahan tanah sebelum pembangunan rumah dilakukan.
Editor : Zainul Arifin