Darurat Sampah, SMK di Mojokerto Bangun Tempat Pengolahan

Menurutnya, paradigma masyarakat tentang sampah harus bisa dirubah. Selain mewujudkan lingkungan bersih sampah sebenarnya bisa menjadi penghasil rupiah.
"Bukan hanya menjadikan lingkungan kita lebih bersih dan target zero waste pada 2030 makin dekat, tapi juga bisa menjadi sumber cuan," tandasnya.
Sementara, pihak perusahaan Coca-cola menyebut, pihaknya memberikan suport berupa sarana dan pengembangan sumberdaya manusia pengelolaan sampah di sekolah.
"Kita sebagai industri ya peran kita kolaborator ya, jadi kita suport, baik sarana prasarana, begitu juga untuk peningkatan SDM, baik kader siswa maupun para guru," kata Public Affairs Manager CCEP Indonesia, Ridvan Bintang Guntara.
Setelah sarana prasarana dan SDM sudah selesai, pihaknya akan memberikan pelatihan manajemen pengelolaan sampah.
"Nanti lanjut untuk manajemennya, kita adakan tempat, tempat sampah pilah," terangnya.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Lingkungan Hidup juga mendukung penuh program TPS3R yang telah dibangun di SMK Asy-Syarif Mitra Industri.
Setelah pihaknya melakukan peresmian, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Mojokerto Elia Susanti berharap program ini bisa berkesinambungan.
Editor : Trisna Eka Adhitya