Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan keberadaan Museum Gubug Wayang II menjadi bagian dari upaya membangun aglomerasi Heritage City Mojokerto Raya. Pengembangan tersebut dilakukan dengan membawa semangat Majapahit sebagai kekuatan sejarah dan identitas kawasan.
“Kita bersama-sama membangun Mojokerto Raya ini dengan membawa spirit of Majapahit sebagai sebuah keagungan yang memberikan semangat bagi kita bersama untuk terus memajukan daerah sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Ika Puspitasari.
Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, mengatakan Kota Mojokerto memiliki sejumlah destinasi yang dapat dirangkaikan dengan kawasan Trowulan di Kabupaten Mojokerto yang menyimpan banyak situs peninggalan kejayaan Majapahit. Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperkuat posisi Mojokerto Raya sebagai kawasan wisata sejarah dan budaya.
“Ketika ini kita kolaborasikan Mojokerto Raya sebagai kota wisata sejarah dan budaya Majapahit, maka tentu akan semakin mengangkat nama Mojokerto dan kejayaan Majapahit di masa lampau,” katanya.
Dikatakan Ita, keberadaan Museum Gubug Wayang yang telah berdiri lebih dari satu dekade turut memperkuat ekosistem tersebut. Ia menambahkan peresmian Museum Gubug Wayang II sekaligus memperkuat jejaring destinasi sejarah dan budaya di Mojokerto.
Dukungan dari pemerintah, komunitas, pengelola museum dan masyarakat, kawasan Mojokerto Raya diharapkan mampu berkembang tidak hanya sebagai ruang pelestarian sejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, pariwisata dan penggerak ekonomi berbasis kebudayaan.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
