Sementara itu, terkait penyebab munculnya api, BPBD masih melakukan pendalaman. Berdasarkan kondisi di lapangan dan arah angin, api diduga merambat dari sisi selatan menuju utara.
Wiku mengatakan, kebakaran lahan di Jombang belakangan ini masih cukup sering terjadi. Selain faktor cuaca panas, sejumlah kejadian juga dipicu aktivitas manusia, seperti membakar sampah atau lahan kemudian ditinggalkan tanpa pengawasan.
“Dari tren yang kita dapatkan harian itu kurang lebih 5 sampai 6 bahkan 7 kejadian kebakaran lahan,” ungkapnya.
BPBD Jombang pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih dalam kondisi cuaca yang cukup panas dan angin kencang seperti saat ini.
“Kita berharap kepada masyarakat, kondisi cuaca yang cukup panas ini mohon untuk tidak membakar lahan. Jadi masyarakat jangan suka membakar lahan kalau tidak diawasi,” pungkasnya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
