KEDIRI, iNewsMojokerto.id - Polisi masih memburu pelaku pembuangan bayi baru lahir di pinggir sawah Dusun Babaan, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Sementara bayi berjenis kelamin perempuan bernasib baik, kondisinya sehat.
Direktur Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri, Tony Widyanto, mengatakan kondisi bayi sejak ditemukan pada Kamis (28/5/2026) dan dirawat hingga kini kondisinya semakin membaik dan dinyatakan sehat.
"Alhamdulillah, kondisi bayi yang kami rawat selama beberapa hari sudah sangat baik. Saat ini kondisinya sehat dan layak untuk dirawat di tempat yang baru," ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Setelah dari rumah sakit, bayi tersebut diserahkan kepada Polsek Ngasem sebelum selanjutnya berada dalam penanganan Dinas Sosial Kabupaten Kediri. Prosesi serah terima berlangsung di RSUD SLG Kediri hari ini.
Kepala Dinsos Kabupaten Kediri Subur Widono, mengatakan bayi malang itu akan dirujuk ke Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Anak milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo. Langkah itu merupakan bagian dari mekanisme penanganan anak telantar yang identitas orang tuanya belum diketahui.
"Mekanismenya memang diarahkan ke UPT Perlindungan Anak di Sidoarjo untuk mendapatkan pengasuhan dan perlindungan lebih lanjut," ujarnya.
Sejauh ini, Dinas Sosial mengakui telah menerima sejumlah pertanyaan dari masyarakat terkait kemungkinan mengadopsi bayi itu. Namun, proses pengangkatan anak harus melalui tahapan administrasi, verifikasi, dan penilaian sesuai ketentuan perundang-undangan.
"Setiap calon orang tua angkat harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Semua proses dilakukan untuk memastikan kepentingan terbaik bagi anak," tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Ngasem, Iptu Bambang Supaku menegaskan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan kasus pembuangan bayi yang ditemukan dalam kondisi masih hidup dengan tali pusar belum terpotong di pinggir jalan area persawahan.
Proses penyelidikan dilakukan bersama Unit Reserse Kriminal Polsek Ngasem dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Kediri. Polisi juga berkoordinasi dengan pemerintah desa serta perangkat lingkungan setempat guna mengumpulkan informasi yang relevan.
"Kami sudah melakukan pendataan dan koordinasi dengan berbagai pihak. Namun, karena wilayah sekitar lokasi penemuan banyak terdapat rumah kos dengan mobilitas penghuni cukup tinggi, proses identifikasi menjadi tantangan tersendiri," imbuhnya.
Hingga kini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan memastikan penyelidikan akan terus berlanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
