MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Data warga Kota Mojokerto yang tidak akurat dapat memengaruhi ketepatan sasaran berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga pendidikan.
Karena itu, Pemkot Mojokerto memperkuat tertib administrasi kependudukan (adminduk) dengan melibatkan RT dan RW sebagai garda terdepan validasi data warga di tingkat lingkungan.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan RT dan RW pihak yang paling memahami kondisi riil masyarakat, mulai dari warga yang belum memiliki KTP elektronik, anak yang belum mempunyai Kartu Identitas Anak (KIA), hingga warga meninggal yang datanya belum diperbarui.
“RT dan RW yang paling tahu kondisi warganya. Karena itu kami membutuhkan bantuan mereka semua supaya data kependudukan Kota Mojokerto benar-benar akurat,” tutur Ning Ita sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, saat ini belum sepenuhnya warga tertib administrasi kependudukan, terutama kepemilikan KTP elektronik bagi warga usia 17 tahun ke atas dan KIA untuk anak-anak.
Untuk mempercepat perekaman KTP elektronik, Pemkot Mojokerto melakukan layanan jemput bola ke sekolah-sekolah SMA dan SMK bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
