Bahan-bahan yang digunakan dibeli secara online, lalu diracik menggunakan wadah plastik bekas dengan campuran zat seperti kalium, sulfur, dan serbuk lainnya.
“Mereka mengaku membeli bahan secara online, salah satunya melalui TikTok Shop,” ujarnya.
Awalnya, percobaan berjalan normal. Namun korban kemudian menambahkan bubuk petasan ke dalam racikan yang sudah ada, sehingga meningkatkan potensi ledakan. Saat proses penyalaan, percikan api diduga masuk ke dalam wadah yang masih dipegang korban hingga memicu ledakan hebat.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk sisa bahan mercon dan peralatan yang digunakan.
Penyelidikan lebih lanjut kasus ledakan mercon itu ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri, mengingat seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur.
Tragedi ini menjadi pelajaran pahit bagi semua pihak. Orang tua diimbau untuk lebih mengawasi anak-anak mereka, dan masyarakat diminta untuk melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas pembuatan atau penjualan petasan ilegal.
Editor : Zainul Arifin
