Hafid menjelaskan penilaian dalam kontes ikan hias meliputi aspek warna, bentuk tubuh, dan kesehatan ikan. Ia menegaskan kontes tidak hanya berorientasi pada hadiah, tetapi juga berdampak pada peningkatan nilai jual ikan.
“Pemenang kontes biasanya akan mengalami kenaikan harga jual, sehingga ini menjadi motivasi bagi pembudidaya,” tegasnya.
Data Dinas Perikanan mencatat produksi ikan molly di Kabupaten Kediri mencapai sekitar 13 juta ekor per tahun dengan nilai ekonomi sekitar Rp26 miliar. Melalui perlombaan ini, pemerintah setempat berharap masyarakat, khususnya generasi muda tertarik menekuni budidaya ikan hias sebagai peluang usaha.
“Kami ingin mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Budidaya ikan molly ini bisa dilakukan di lahan sempit, sehingga potensinya cukup besar," ujarnya.
Dinas Perikanan Kabupaten Kediri ke depannya berencana menjadikan kontes ikan molly sebagai agenda tahunan guna terus mengembangkan sektor perikanan hias di daerah setempat.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
