Faisol bergegas keluar dan melihat api sudah membakar toko miliknya. Faisol meminta tolong warga sekitar dan menghubungi dinas pemadam kebakaran Nganjuk. Satu unit armada didatangkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman api yang saat itu membesar.
Setiba di lokasi, petugas menyemprotkan air ke titik lokasi kebakaran agar api tidak meluas. Setelah api padam, petugas melakukan pembasahan agar api tidak muncul lagi. Imam menyebut, pemadaman api memakan waktu kurang lebih satu jam.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian materil, diperkirakan kurang lebih Rp20 juta,” tandas Imam Ashari.
Meski penyebab kebakaran toko petasan ini diduga dari pembakaran sampah, namun kepolisian masih mendalaminya. Polisi melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi.
Insiden ini menjadi pengingat masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada saat beraktivitas dengan api di musim kemarau, khususnya ketika membakar sampah.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
