Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini, menambahkan data pasien yang mengalami keracunan bersifat dinamis dan terus diperbarui. .
"Data ini bersifat dinamis dan terus kami perbarui. Kondisi pasien bervariasi, ada yang mulai membaik dan diizinkan pulang, namun ada pula yang baru masuk untuk mendapat penanganan," imbuhnya.
Ratusan pelajar dan santri dari tujuh lembaga di Mojokerto mengeluh mual, muntah, demam, dan diare yang diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis, soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto, pada Jumat (9/1/2026).
Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak Elestianto saat itu turun langsung meninjau Posko Layanan Kesehatan (Yankes) korban keracunan massal di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto.
Terbaru, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah turun melakukan investasi kejadian keracunan massal tersebut.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
