Kelangkaan BBM, Legislator Komisi XII DPR Turun Gunung di Jombang
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang di berbagai SPBU termasuk di Jombang, Jawa Timur selama sepekan terakhir mengganggu mobilitas warga.
Anggota DPR RI Meitri Citra Wardani dari Komisi XIII saat melakukan pertemuan di Jombang pun menerima keluhan sulitnya mendapatkan BBM.
Seperti disampaikan oleh Yusuf warga Kecamatan Kesamben. Yusuf yang setiap hari melakukan mobilitas kerja dari rumah ke Jombang Kota tidak dapat mengisi BBM di SPBU Sumobito karena kosong. Adapun beberapa SPBU di wilayah Jombang Kota terjadi antrean.
"Rumah saya ini di Kesamben. Kalau ke Jombang Kota melewati Sumobito dan hanya ada satu SPBU. Selama tiga hari berturut-turut, pertalite di SPBU itu kosong," kata Yusuf dalam pertemuan dengan Meitri di salah satu rumah makan di Jombang.
Meitri, usai pertemuan menegaskan akan turun gunung inspeksi ke sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) khususnya di Jombang, Jawa Timur menindaklanjuti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) itu.
Meitri mengungkapkan akan mendatangi sejumlah SPBU bersama mitra baik dari Pertamina Patra Niaga maupun BPH Migas pada Jumat (16/10/2026).
"Apa yang sebenarnya jadi permasalahan dalam kelangkaan ini, apakah suplai dari BBM sendiri pusat ke sini, atau kendala lainnya, atau ada penimbunan atau seperti itu. Mudah-mudahan ini solusi supaya tidak terjadi lagi kelangkaan seperti saat ini," kata legislator PKS dari Dapil Jatim VIII tersebut.
Ia mengatakan bahwa Komisi XII dengan BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga sering menggelar rapat dengar pendapat dengan mitra dan siap untuk berkolaborasi serta berkontribusi terkait BBM.
Bahkan, dirinya dengan pimpinan Komisi XII DPR RI juga sudah melakukan kunjungan ke Lampung. Nah. Di masa reses ini, dirinya akan melakukan kunjungan di beberapa SPBU di Jawa Timur khususnya di Dapil VIII Jombang dan Mojokerto.
Meitri menambahkan bahwa sejauh inj kelangkaan BBM di beberapa wilayah, penyebabnya karena antrean dari mobil yang menunggu di depo.
"Antreannya banyak, dipilih yang prioritas jumlahnya lebih banyak, dan kita masih akan cari tahu kendala-kendala apa lagi di SPBU-SPBU terkait," kata perempuan asal Mojokerto tersebut.
Editor: Zainul Arifin