Khofifah dan Sekh Fadhil Ziarah di Tambakberas Jombang, Kenang Sosok Nyai Machfudhoh Ahli Ibadah
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Syekh Fadhil Al Jilani Al Hasani takziah sekaligus ziarah ke makam Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu (7/10/2026).
Khofifah menilai almarhumah sebagai figur yang sangat egaliter. Meskipun memegang status seorang Nyai ternama dan dihormati banyak kalangan.
Bagi Khofifah, Machfudhoh bukan hanya sekedar pimpinan atau tokoh senior, melainkan sosok ibu yang memancarkan kehangatan bagi siapa saja.
"Beliau guru banyak orang, termasuk guru saya. Banyak memberikan layanan, banyak sedekah, ahli ibadah, ahli wirid, dan ahli puasa," kenangnya.
Khofifah pun merasakan duka mendalam atas kepergian Mustasyar PBNU tersebut.
Ia mendoakan putri pemdiri NU sekaligus Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah itu mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. "Insyaallah beliau ahlul jannah," tuturnya.
Khofifah menambahkan bahwa kepergian Machfudhoh meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam bagi siapapun yang pernah mengenal sosoknya, termasuk dirinya.
Hal itu tidak lepas dari banyaknya jejak keteladanan almarhumah semasa hidup, baik dalam bertindak maupun berinteraksi dengan masyarakat.
Dirinya berharap akan muncul generasi penerus yang mampu meneladani jejak langkah serta nilai-nilai kebaikan almarhumah. Harapan itu tidak hanya ditujukan kepada garis keturunan semata, tetapi juga bagi masyarakat luas yang pernah menimba ilmu dengannya.
Nyai Machfudhoh wafat pada Minggu (4/10/2026) dan dimakamkan di kompleks makam keluarga Tambakberas, Jombang, satu lokasi dengan makam ayahnya KH Abdul Wahab Chasbullah.
Khififah ziarah makam bersama ulama terkemuka asal Turki Syekh Fadhil Al Jilani. Turut mendampingi keluarga besar pondok pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, di antaranya Nyai Chisbiyah Wahab dan Nyai Mundjidah Wahab.
Setelah memanjatkan doa dan tahlil, Khofifah tabur bunga di pusara KH Abdul Wahab Chasbullah serta deretan makam keluarga besar pesantren.
Editor: Zainul Arifin