Ijazah Al-Muwatta' dan Deklarasi ASILHA Tutup MUTUN 2026 di Tebuireng Jombang
Deklarasi ASILHA 2026
Selain sambung sanad dan ijazahan Al-Muwatta’, penutupan MUTUN 2026 juga diisi dengab Deklarasi ASILHA 2026 yang disampaikan Ketua ASILHA Prof Dr Saifuddin Zuhri Qudsi.
Deklarasi tersebut memuat enam komitmen sebagai arah gerak ASILHA dalam memperkuat tradisi keilmuan hadis sekaligus merespons perkembangan studi hadis di tengah perubahan zaman.
Enam komitmen itu yakni meneguhkan tradisi sanad dan talaqqi sebagai fondasi keilmuan hadis di pesantren dan perguruan tinggi.
Kedua, mendorong integrasi metodologi kritik hadis akademik dengan khazanah turats pesantren untuk menghasilkan kajian hadis yang otentik, kontekstual, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Ketiga, mengembangkan kajian hadis digital dan pemanfaatan teknologi, termasuk digital humanities, kecerdasan buatan atau AI, serta basis data sanad untuk pembelajaran, penelitian, dan publikasi ilmu hadis.
Keempat, memperkuat jejaring kolaborasi antara program studi Ilmu Hadis, Ma’had Aly, dan pesantren di tingkat nasional maupun internasional.
Kelima, menjadikan pesantren dan perguruan tinggi sebagai pusat produksi gagasan hadis kontemporer yang relevan dengan persoalan keumatan, kebangsaan, dan peradaban tanpa meninggalkan tradisi transmisi keilmuan.
Keenam, membangun komitmen bersama antara pesantren, Ma’had Aly, dan perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Editor: Zainul Arifin