Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ziarah ke Makam Gus Dur di Tebuireng Jombang, Kapolri Suyudi Ditemani Ketua Umum PBNU
Advertisement . Scroll to see content

Mutun 2026 di Tebuireng Jombang Hidupkan Cita-cita KH Hasyim Asyari, Kembangkan Kajian Hadis

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:09 WIB
  • author Zainul Arifin
Mutun 2026 di Tebuireng Jombang Hidupkan Cita-cita KH Hasyim Asyari, Kembangkan Kajian Hadis
Muktamar Turats Nabawi di Pesantren Tebuireng Jombang. (Foto: Zainul Arifin)

JOMBANG, iNewsMojokerto.id — Muktamar Turats Nabawi (Mutun) digelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Mutun 2026 digelar Ma’had Aly Hasyim Asy’ari yang bekerjasama dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA).

Sejumlah agenda pembahasan di antaranya sambung sanad dan ijazah kitab Sahih Bukhari dan Al-Muwatta’, bahtsul masa’il haditsiyah maudlu’iyyah, serta bedah kitab Tadrij al-Masa’id fi Takhrij al-Maqashid.

Ketua Panitia MUTUN 2026, Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali cita-cita Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam mengembangkan kajian hadis di Indonesia.

Menurut Ubaydi, semangat itu tercermin dalam pembacaan Nuktah Muhimmah karya Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari pada pembukaan acara.

Ia mengatakan, MUTUN diharapkan menjadi salah satu ikhtiar untuk mengembangkan kajian hadis yang berangkat dari tradisi pesantren.

“Acara MUTUN ini merupakan ikhtiar untuk mewujudkan cita-cita Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari agar hadis dihidupkan dan dikembangkan yang dimulai dari Pesantren Tebuireng untuk mewarnai peradaban dunia,” ujar Ubaydi, Rabu (7/10/2026).

Ia menjelaskan, tema MUTUN 2026 tidak hanya membahas pesantren sebagai tempat transmisi dan periwayatan hadis. Namun ingin melihat sejauh mana pesantren mampu menghasilkan gagasan baru dalam pengembangan ilmu hadis.

“Bagaimana pengembangan keilmuan hadis itu muncul dari pesantren, bagaimana pesantren itu bergerak yang dulu dikenal sebagai pusat periwayatan hadis, maka kali ini kita akan mengkaji apakah pesantren masih menjadi pusat periwayatan saja atau sudah berkembang menjadi produsen-produsen gagasan baru yang berdampak bagi peradaban dunia,” katanya.

Ketua ASILHA Prof Saifuddin Zuhri Qudsi mengatakan, kerja sama penyelenggaraan MUTUN dan Annual Meeting ASILHA mendapat respons positif dari Ma’had Aly Hasyim Asy’ari. 

Menurutnya, pertemuan itu menjadi ruang untuk membahas agenda pengembangan ilmu hadis sekaligus merespons perubahan zaman. Ia menilai ilmu hadis tidak cukup hanya melihat perkembangan keilmuan pada masa lalu, tetapi juga perlu memiliki orientasi ke depan.

“Ilmu hadis tidak harus selalu melihat ke belakang. Dia harus memiliki visi ke depan. Visi yang lebih kontekstual, mencoba mengkontekstualisasikan nilai-nilai kenabian yang telah diajarkan 15 abad yang lalu oleh Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

MUTUN 2026 dan Annual Meeting ASILHA di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang berlangsung tiga hari, 5-7 Oktober 2026,  mengusung tema “Developing Hadith Studies in Pesantren: From the Tradition of Transmission toward the Production of Contemporary Knowledge.”

Pembukaan Mutun 2026 menghadirkan tokoh keagamaan dan akademisi ilmu hadis dari dalam dan luar negeri yang berasal dari lima negara.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut