Pemkot Mojokerto Klaim Pembangunan Sport Centre Dilirik Investor Asing, Nilai Investasi Rp360 Miliar
MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Salah satu investor asing disebut Pemkot Mojokerto telah menunjukkan ketertarikan Pembangunan Sport Centre Kota Mojokerto dan langsung melakukan survei ke lokasi pembangunan di Lapangan Surodinawan.
Sport Centre Kota Mojokerto direncanakan dibangun di atas lahan seluas sekitar 9 hektare, dengan nilai investasi berdasarkan kajian pra-desain tahun 2026 mencapai sekitar Rp360 miliar.
Investor asing tertarik pada proyek ratusan miliar itu setelah tim Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto memaparkan di hadapan calon investor internasional dalam East Java Investment Forum (EJIF) 2026 di Surabaya, pada 1–2 Oktober 2026 lalu.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, keikutsertaan Kota Mojokerto dalam EJIF 2026 sebuah kesempatan untuk memperkenalkan proyek strategis daerah kepada investor internasional.
“Tim DPMPTSP sudah melakukan paparan di depan para calon investor. Alhamdulillah, ada yang minat dan langsung cek lokasi di Lapangan Surodinawan hari ini juga,” kata Ika Puspitasari dalam keterangannya, Minggu, (4/10/2026).
Ning Ita, sapaan akrabnya menjelaskan, pembangunan Sport Centre Surodinawan memiliki potensi pengembangan tidak hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga bagian dari pengembangan ekonomi daerah.
Kawasan Sport Centre Kota Mojokerto akan dilengkapi dengan delapan venue olahraga, meliputi lapangan voli, bulu tangkis, basket, tenis, futsal, sepak takraw, sepak bola, serta kolam renang. Selain itu, tersedia wisma atlet putra dan putri, food court, masjid, serta area parkir yang memadai.
“Memiliki peluang ekonomi yang lebih luas melalui pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, perdagangan, dan jasa,” jelasnya.
Ning Ita menambahkan, pembangunan Sport Centre diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas olahraga yang berkualitas sekaligus membuka peluang pengembangan sport tourism di Kota Mojokerto. “Dan terpenting sebagai pengembangan sport tourism di Kota Mojokerto,” imbuhnya.
Wali Kota Mojokerto dua periode tersebut mengatakan kemampuan keuangan daerah belum memadai, maka Pemkot Mojokerto membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta.
“Mengingat kemampuan keuangan daerah Kota Mojokerto tidak memadai maka opsi kolaboratif merupakan pilihan rasional,” katanya.
Pemkot Mojokerto berharap investasi yang masuk nantinya tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur olahraga, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Editor: Zainul Arifin