Apel Siaga Sukses Muktamar ke 35 NU di Jombang, Gus Ipul: Kita Butuh 260 AC dan 3100 Kasur
Gus Ipul juga mengatakan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Gubernur Jawa Timur untuk menyiapkan 3100 lebih kasur bantal dan sprei untuk para muktamirin. Dalam penyiapan waktu singkat ini, Gus Ipul menyebut akan melibatkan UMKM muslimat NU dan Fatayat NU.
"Nanti Muslimat, Fatayat akan digerakkan UMKM nya untuk membuat sprei khusus bagi peserta muktamar," ucapnya.
Ketiga ialah suguh yang berarti mempersiapkan suguhan dan pelayanan terbaik. Menurut Gus Ipul, suguhan tidak hanya makanan dan minuman, tapi suasananya, kenyamanannya, ketenangan sehingga semuanya bisa mengikuti muktamar dengan baik.
"Alumni silahkan (terlibat). Pokoknya kita lagi persiapkan semua supaya peserta bisa lungguh duduk dengan baik dan mendapatkan layanan yang terbaik," ujarnya
Gus Ipul menyampaikan terima kasih kepada pihak Yayasan pondok pesantren Bahrul Ulum yang juga alan menyiapkan berbagai kegiatan seperti pameran UMKM dan salawatan untuk mengiringi Muktamar. Dengan begitu semuanya bisa menikmati muktamar selama lima hari 27-31 Agustus 2026 dengan baik.
"Jadi Kita suguhan yg bisa melayani semuanya tidak hanya peserta tapi pengunjung partisipan semua tamu tamu yang datang dari berbagai kelompok," kata Gus Ipul
Kegiatan apel diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari pengamanan internal pesantren, Liaison Officer (LO), petugas akomodasi, parkir, Banser, MWC NU se-Kabupaten Jombang, hingga GASMI. Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul juga membacakan ikrar yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta apel.
Rangkaian apel akbar ditutup dengan atraksi parade ratusan mobil Muktamar. Kendaraan tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong dari para alumni Pesantren Tambakberas untuk turut berkhidmat menyukseskan pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Apel siaga itu turut dihadiri keluarga besar PPBU Tambakberas, di antaranya Ketua Majelis Pengasuh PPBU Tambakberas KH Hasib Wahab, Nyai Hj Hizbiyah Rohim, Ketua Yayasan KH Abdurrozaq Sholeh, serta sejumlah tokoh pesantren lainnya.
Editor: Zainul Arifin