Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dipantau Orang Tua, 1.600 Siswa Baru Budi Utomo Jombang Digembleng Sadar Hukum dan Bermoral
Advertisement . Scroll to see content

Tahun Ajaran Baru, 17.009 Siswa SLTA di Jombang Jalani MPLS Ramah Tanpa Bullying dan Perploncoan

Senin, 13 Juli 2026 | 15:19 WIB
  • author Zainul Arifin
Tahun Ajaran Baru, 17.009 Siswa SLTA di Jombang Jalani MPLS Ramah Tanpa Bullying dan Perploncoan
MPLS Ramah 2026 di SMKN 1 Jombang. (Foto: Mojokerto.iNews.id/Zainul Arifin).

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026 mulai dilakukan seluruh SLTA di Jombang, Jawa Timur. Sebanyak 17.009 peserta didik baru jenjang SMA, SMK dan sederajat, negeri maupun swasta mengikuti program dari Kemendikbudristek itu.

Seluruh peserta didik yang sudah lolos SPMB, mulai berdatangan ke sekolah, Senin (13/7/2026) untuk memulai hari pertama kegiatan belajar mengajar. Seperti di SMKN 1 Jombang, ratusan siswa antusias mengikui serangkaian MPLS ramah tanpa bullying dan perploncoan.

Kepala SMKN 1 Jombang Abdul Muntolib, menyampaikan, sebanyak 612 siswa baru menjalani MPLS di sekolahnya. Dia memastikan tidak ada tindakan yang merendahkan peserta didik baru.

"Tujuan MPLS agar anak-anak mengenal lingkungan sekolah dengan rasa senang dan bahagia. Dengan begitu mereka memiliki persepsi yang baik terhadap sekolah sejak awal," katanya ditemui usai membuka hari pertama pelaksanaan MPLS bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Jombang, Senin (13/7/2026).


Hari pertama MPLS Ramah siswa baru di SMKN 1 Jombang. Foto: Mojokerto.iNews.id/Zainul Arifin

Menurut Tolib, budaya perpeloncoan dan bullying bukan bagian dari MPLS di sekolahnya. Sebaliknya, pengurus OSIS berperan sebagai pendamping yang membantu adik kelas mengenal berbagai fasilitas sekolah, mulai dari perpustakaan, ruang praktik, ruang kurikulum, hingga layanan kesiswaan.

Dia juga mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian acara MPLS telah disusun bersama tim kesiswaan dan OSIS sesuai petunjuk teknis. Bahkan, pada hari pertama siswa juga mendapatkan penyuluhan dari Kejaksaan mengenai bahaya perundungan sebagai upaya pencegahan sejak dini.

"Tugas kakak-kakak OSIS adalah mendampingi dan membimbing adik kelas agar mereka cepat mengenal lingkungan sekolah dan tidak merasa canggung," ujar Tolib.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Jombang, Ulil Muamar mengatakan bahwaa MPLS Ramah 2026 berlangsung lima hari, mulai Senin hingga Jumat dengan mengacu pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.

MPLS Ramah mengedepankan pendekatan Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Kebijakan itu memastikan kegiatan berjalan tanpa perpeloncoan, membebaskan pungutan biaya, serta melarang penggunaan atribut yang tidak edukatif guna menciptakan suasana sekolah yang aman dan inklusif.

Ulil mengatakan, MPLS Ramah dirancang untuk memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru. Sejak hari pertama, sekolah diminta menanamkan semangat belajar, membangun karakter, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang menghargai setiap siswa.

"Anak-anak harus merasa nyaman berada di sekolah. Tidak boleh ada bullying maupun perpeloncoan. Nilai-nilai seperti salam, sopan, santun, dan saling menghormati menjadi bagian penting yang ditanamkan selama MPLS," ujarnya.

Pri asal Kediri ini menegaskan bahwa seluruh kepala sekolah telah mendapatkan arahan dan petunjuk teknis terkait pelaksanaan MPLS Ramah. Cabdindik bersama pengawas sekolah juga melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan.

"Kami ingin peserta didik datang ke sekolah dengan semangat belajar yang tinggi, merasa aman, dan dapat belajar dengan gembira. Karena itu pelaksanaan MPLS akan terus dimonitor agar benar-benar sesuai aturan," tegasnya.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut