Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Fair 2026, Alas Kaki Unggulan UMKM Kota Mojokerto Tembus Jepang
Advertisement . Scroll to see content

3.500 Warga Kota Mojokerto Usia Produktif Belum Punya Pekerjaan Layak, Begini Langkah Pemkot

Rabu, 08 Juli 2026 | 13:58 WIB
  • author Zainul Arifin
3.500 Warga Kota Mojokerto Usia Produktif Belum Punya Pekerjaan Layak, Begini Langkah Pemkot
Wali Kota Mojokerto saat membuka pelatihan kerja berbasis kompetensi. Foto: Mojokerto.iNews.id/Zainul Arifin

MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto membekali para pencari kerja dengan pelatihan berbasis kompetensi sebagai langkah menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di daerah tersebut, yang saat ini jumlahnya masih ribuang orang.

"Saat ini masih ada sekitar 3.500 warga Kota Mojokerto usia produktif yang belum memperoleh pekerjaan yang layak. Karena itu, kami terus menghadirkan pelatihan berbasis kompetensi sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran," ungkap Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Rabu (8/7/2026).

Pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi seperti dilakukan hari ini di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Sebanyak 96 orang peserta mengikuti pelatihan tersebut.

Patihan itu ada enam bidang kompetensi. Yakni Tata Boga, Processing Pembuatan Roti dan Kue, Desain Grafis Muda, Computer Technical Support, Tata Rias Kecantikan (Make Up Artist/MUA), serta Service Sepeda Motor Injeksi.

Menurut Ning Ita, sapaan akrabnya, pelatihan kerja yang memanfaatkan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini dihadirkan agar masyarakat memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal untuk bekerja maupun berwirausaha.

"Pekerjaan itu tidak harus selalu dicari, tetapi juga bisa diciptakan. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi diri," kata Ning Ita.

Ita menjelaskan, Pemkot Mojokert konsisten setiap tahun memfasilitasi sekitar 400 warga untuk mengikuti pelatihan berbasis kompetensi. Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta juga akan mengikuti uji kompetensi guna memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pengakuan atas kemampuan yang dimiliki.

Keberadaan sertifikat kompetensi itu, kata Ning Ita, menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus membuka peluang yang lebih besar untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri.

Selain diikuti oleh para angkatan kerja, pelatihan itu juga diprioritaskan bagi warga usia produktif yang merupakan kelompok rentan dalam desil satu sampai 4 dalam DTSEN. Pada pelatihan itu, para peserta juga mendapatkan asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan.

Wali Kota Mojokerto dua periode itu berpesan agar para peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, karena ilmu dan sertifikat kompetensi merupakan bekal yang jauh lebih berharga untuk masa depan.

"Ilmu yang didapatkan hari ini akan menjadi bekal untuk masa depan. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga," pesannya.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut