Tanamkan Nilai Sportivitas, Santri Ponpes Al Aqobah Jombang Nobar Piala Dunia 2026
JOMBANG, iNewsMojokerto.id – Puluhan santri pondok pesantren (Ponpes) Al Aqobah Jombang nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di aula pondok setempat. Tidak hanya sekedar memanfaatkan waktu istirahat pondok, namun menanamkan nilai sportivitas dalam pertandingan olahraga.
Pantauan di lokasi, para santri terlihat antusias menyaksikan jalannya pertandingan. Bahkan, mereka membawa berbagai atribut pendukung, seperti bola, bendera negara, hingga poster dukungan.
Sorak sorai menggema di dalam aula setiap kali tim yang mereka dukung menciptakan peluang maupun mencetak gol. Kondisi tersebut pun menguatkan mebersamaan santri di lingkungan Pesantren Al Aqobah.
Salah seorang santri, Adli Khaerullah, mengaku senang bisa nobar bersama teman-temannya. Menurut dia, sepak bola menjadi olahraga yang digemari banyak santri, termasuk dirinya.
"Saya memang suka sepak bola. Tim favorit saya Portugal. Walaupun Portugal sudah kalah, saya tetap mendukung para pemainnya," kata Adli.
Dirinya mengaku mengidolakan kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, sehingga merasa sedih saat tim favoritnya gagal melaju lebih jauh di turnamen tersebut.
Pengasuh Ponpes Al Aqobah, H Ahmad Kanzul Fikri, mengatakan, nobar piala dunia 2026 sengaja digelar di pondok untuk memberikan hiburan kepada para santri di sela-sela aktivitas belajar di pesantren.
"Di tengah aktivitas mereka, saat waktu istirahat kami mengajak santri menonton Piala Dunia 2026. Alhamdulillah mereka sangat senang dan kegiatan berlangsung dengan seru," ujar Gus Fikri, sapaan akrabnya.
Menurut dia, nobar tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran karakter. Melalui sepak bola, para santri diajak memahami pentingnya kerja sama, kedisiplinan, dan sportivitas.
Ia berharap suatu saat nanti Tim Nasional (Timnas) Indonesia mampu tampil di putaran final Piala Dunia.
"Kami berharap ke depan, paling tidak pada Piala Dunia 2030, Timnas Indonesia bisa lolos dan berlaga di Piala Dunia. Itu menjadi impian seluruh masyarakat Indonesia dan diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk terus berprestasi," katanya.
Gus Fikri menambahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga sejalan dengan pendidikan karakter yang diterapkan di lingkungan pesantren.
"Sepak bola mengajarkan kerja sama tim, disiplin, dan kebersamaan. Di pesantren kami juga membangun karakter positif melalui kedisiplinan dan kerja sama agar para santri mampu meraih prestasi yang membanggakan," katanya.
Editor: Zainul Arifin