Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Petani di Jombang Keluhkan Namanya Hilang Dari Daftar Penerima Pupuk Subsidi
Advertisement . Scroll to see content

Perkuat Rantai Pasok Komoditas Tebu, 2 Koperasi Kolaborasi Kelola Lahan 22.000 Hektare di Jatim

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:51 WIB
  • author Joko Dwi
Perkuat Rantai Pasok Komoditas Tebu, 2 Koperasi Kolaborasi Kelola Lahan 22.000 Hektare di Jatim
Menkop Fery saat di pabrik tebu PT Indogula Jayabaya, Desa Banjaranyar, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. (Foto: Joko)

KEDIRI, iNewsMojokerto.id –  Koperasi Konsumen Kana dan Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya memperkuat rantai pasok komoditas tebu mulai dari tingkat petani hingga pasar. Selain itu, kemitraan 2 Koperasi itu juga mendukung kebutuhan bahan baku PT Indogula Jayabaya Kediri melalui pengelolaan sekitar 22.000 hektare lahan tebu di Jawa Timur (Jatim).

Dua koperasi tersebut telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di PT Indogula Jayabaya, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026) siang disaksikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono.

Penandatanganan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan hilirisasi tebu dan gula berbasis koperasi untuk memperkuat ekonomi rakyat.

Ferry  menilai kolaborasi itu menunjukkan kemampuan koperasi sektor riil untuk mengambil peran dalam produksi, distribusi, dan hilirisasi komoditas.

“Kerja sama ini menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi pelaku utama dalam sektor produksi, distribusi, dan hilirisasi untuk memperkuat ekonomi rakyat,” kata Ferry.

Menurut dia, koperasi perlu terus didorong agar tidak hanya bergerak di sektor pembiayaan, tetapi juga berperan dalam produksi, pengolahan, dan distribusi. Model kemitraan seperti yang dibangun kedua koperasi dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing produk nasional.

Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana, mengatakan MoU tersebut merupakan langkah untuk membangun rantai usaha koperasi yang terintegrasi dari petani hingga pemasaran produk.

“MoU menjadi langkah penting untuk memperkuat keterhubungan petani, industri pengolahan, dan pasar dalam satu ekosistem usaha koperasi,” ujar dia.

Jonathan menambahkan, penguatan sektor hulu menjadi kebutuhan penting seiring pengembangan industri pengolahan pangan yang tengah dilakukan koperasinya, termasuk pembangunan pabrik kecap yang memerlukan pasokan bahan baku pertanian secara berkelanjutan.

Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Henra Saragih, berharap kerja sama tersebut dapat menjadi contoh pengembangan koperasi sektor riil di Indonesia.

“MoU ini diharapkan menjadi pemicu ekonomi kerakyatan sekaligus role model koperasi yang mampu menyejahterakan anggota dan masyarakat,” kata Henra.

Melalui kerja sama itu, kedua koperasi menargetkan terbentuknya ekosistem usaha yang menghubungkan petani, industri pengolahan, dan pasar dalam satu rantai nilai koperasi. Model ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut