Peluncuran Perbup Skrining Aktif, Percepat Penemuan Kasus Tuberkolusis di Jombang
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Peraturan Bupati (Perbup) Jombang Nomor 25 Tahun 2026 tentang Skrining Aktif dan Edukasi Tuberkulosis (TB) telah resmi diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang.
Langha hukum itu menjadi payung kebijakan strategis mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis, memberikan pengobatan yang tepat hingga sembuh, sekaligus memutus mata rantai penularan di masyarakat.
Pada regulasi tersebut, Pemkab Jombang memperkuat gerakan bersama yang diberi nama "Jombang SAE" (Skrining Aktif dan Edukasi Tuberkulosis) demi mendukung target nasional Eliminasi TBC pada tahun 2030.
Adanya Perbup ini, sistem penanggulangan TBC di Jombang mengalami transformasi. Penemuan kasus tidak lagi menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan secara mandiri, tetapi dilakukan dengan pendekatan proaktif (jemput bola) melalui skrining massal pada kelompok berisiko tinggi dan investigasi kontak serumah.
Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan keberadaan kasus TBC yang belum terdeteksi berpotensi besar menurunkan produktivitas keluarga dan kualitas sumber daya manusia di Jombang.
Oleh karena itu, Warsubi meminta seluruh perangkat daerah terkait, jajaran camat, desa, lurah untuk bergerak serentak.
"Semua pihak dapat menjalankan perannya secara optimal. Begitu pula perangkat daerah lainnya agar berkontribusi sesuai tugas dan kewenangannya," kata Bupati Warsubi dalam peluncuran Perbup tersebut.
Warsubi menekankan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Tetapi harus aktif mendatangi masyarakat, menemukan kasus lebih dini, memberikan edukasi yang tepat, serta memastikan setiap pasien mendapat pengobatan hingga sembuh.
Secara khusus Warsubi juga berpesan kepada para Camat agar mengoordinasikan Kepala Desa, kader kesehatan, kader PKK, serta tokoh agama sebagai ujung tombak edukasi di masyarakat agar warga yang memiliki gejala batuk atau indikasi TBC bisa segera diperiksa. Warga tidak perlu takut atau malu melakukan pemeriksaan dini.
Warsubi menegaskan bahwa pentingnya dukungan sosial dari lingkungan terdekat guna membantu proses penyembuhan pasien secara psikologis.
"Mari kita hilangkan stigma terhadap penderita tuberkulosis. Mereka membutuhkan dukungan dan pendampingan, bukan pengucilan. Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat disembuhkan apabila ditemukan sejak dini dan menjalani pengobatan secara teratur sampai selesai," tandasnya.
Editor : Zainul Arifin