get app
inews
Aa Text
Read Next : Kecelakan Maut di Jombang, Pemotor Tewas Terlindas Truk, Penumpang Luka Berat

Pengakuan Sopir Truk Tabrak Lari 3 Remaja Tewas di Jombang, Panik Takut Dihakimi massa

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:27 WIB
header img
Sopir truk tabrak lari YM, saat diamankan petugas Satlantas Polres Jombang. Foto: Mojokerto.iNews.id/Zainul Arifin

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Kecelakaan maut melibatkan YM (54) selaku sopir truk. Pelaku tabrak lari yang menewaskan tiga remaja pelajar di Jalan Mastrip Kabupaten Jombang, Jumat (15/5/2026) lalu, pukul 03.30 WIB ditangkap polisi. Penangkapan YM di rumahnya Padalarang, Jawa Barat setelah Satlantas Polres Jombang menyelidiki rekaman video dan keterangan saksi-saksi.

YM menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya kabur saat kejadian. Sopir truk tersebut mengaku bukan bermaksud untuk melarikan diri. Namun takut dimassa warga yang datang ke lokasi saat insiden.

YM mengatakan saat itu dia mengemudikan truk mitsubishi Fuso pelat nomor B 9559 PR sedang perjalanan mengirim muatan dari Bandung Jawa Barat menuju Surabaya.

Ketika melintas di Jalan Mastrip tepatnya simpang empat traffic light, Kepuhkembeng, Peterongan, truk terlibat tabrakan dengan motor yang menyeberang jalan. Karena panik, ia justru tak menghentikan truknya, tanpa menolong korban.

"Saya dengan suara benturan, tabrakan. Karena panik, sata melanjutkan perjalanan untuk mengirim barang," kata YM kepada iNews.id Jombang.

Dia mengaku sempat berhenti lama di daerah Mojoagung untuk mengecek kendaraan. Tak lama, setelah itu melanjutkan perjalanan lagi ke Surabaya. "Setelah menurunkan muatan, kemudian saya kembali pulang," katanya.

YM pulang melalui Tol Gempol Pasuruan. Selama perjalanan, dia mengaku diselimuti perasaan tidak tenang dan bahkan sempat akan menyerahkan diri ke kantor polisi saat berada di wilayah Pasuruan. 

"Saya bingung tidak tenang. Akhirnya saya tidak jadi ke kantor polisi dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah," katanya.

Begitu tiba di daerah asalnya, YM langsung membawa kendaraan ke bengkel bermaksud untuk memperbaiki karena ada kerusakan akibat benturan dengan motor korban. Dua hari berada di rumah, tepatnya, Minggu 24 Mei 2026, YM didatangi petugas kepolisian untuk menangkapnya.

Kepala urusan pembinaan operasi (KBO) Satlantas Polres Jombang IPTU Ubaidillah mengungkapkan bahwa pelaku berupaya menghilangkan jejak dengan cara merubah bentuk dan menyembunyikan kendaraan di daerah Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Pada saat diamankan, kondisi truk diketahui sudah dalam proses perbaikan dan bagian bak truk telah dicopot atau dibongkar oleh tersangka, diduga kuat sebagai upaya untuk menghilangkan jejak kejahatan," ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut, YM ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Dia dijerat Undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan (UULAJ).

Sebelumnya, peristiwa kecelakaan tabrak lari terjadi pada Jumat (15/5/2026) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Tiga pelajar naik motor honda Scoopy pelat nomor S 6717 ODG ditabrak truk di simpang empat Jalan Mastrip Jombang.

Akibatnya, tiga korban yakni pengendara motor RA (15) warga Desa Gondanglegi Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk, dan penumpang motor ZA (15) asal Desa Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya serta VA (15) asal Desa Sidomukti Kecamatan Kepuhbaru Kabupetan Bojonegoro mengalami luka serius dan meninggal dunia.

Polisi sendiri berhasil mendeteksi mobil pelaku, truk Fuso berwarna oranye dengan Nopol B 9559 PR. Mobil itu terekam oleh kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian dan mengarah pada YM yang berada di rumahnya di Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat.

Di sanalah, Kanitgakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Siswanto bersama anggota berhasil mengamankan terduga pelaku dan menginterogasinya. Pelaku bersama truk Fuso yang mengalami kerusakan di sisi kanan depan kemudian dibawa ke Jombang untuk penyidikan lebih lanjut.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut