Rombongan Biksu Thudong 4 Negara Singgah di Kota Mojokerto, Jadi Potret Toleransi Jelang Waisak
MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Momen langka dan penuh makna spiritual terjadi di Kota Mojokerto, Minggu (16/5/2026). Puluhan biksu dari empat negara yang tengah menjalani ritual Thudong disambut hangat oleh pemerintah dan masyarakat setempat.
Thudong adalah perjalanan spiritual para bhante (biksu) yang menempuh ribuan kilometer berjalan kaki melintasi sejumlah daerah di Pulau Jawa menuju Candi Borobudur, Magelang, dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak.
Perjalanan spiritual dalam rangkaian Walk for Peace 2026 itu menjadi simbol toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Koordinator Walk for Peace 2026 Jawa Timur, Irwan, mengatakan rombongan terdiri dari 57 biksu asal Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia.
“Thailand sebanyak 43 orang, Malaysia empat orang, Laos tiga orang, ditambah tujuh Bhikkhu Indonesia sehingga total berjumlah 57 orang,” kata Irwan.
Perjalanan para biksu di wilayah Jawa Timur ini, kata Irwan melintasi 10 kabupaten dan kota, ditempuh selama kurang lebih 11 hari sebelum menuju Candi Borobudur.
Rombongan dijadwalkan tiba di Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti perayaan Waisak yang puncaknya berlangsung pada 31 Mei mendatang.
“Keramahan masyarakat dan dukungan semua pihak sepanjang perjalanan menjadi potret keharmonisan bangsa Indonesia,” ujar Irwan.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menuturkan, singgahnya rombongan Biksu Thudong menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Mojokerto. Menurutnya, perjalanan spiritual tersebut mencerminkan semangat kebinekaan yang terus hidup di Indonesia.
“Ini sebagai wujud kebinekaan bahwa Indonesia adalah bangsa yang plural,” tutur Ning Ita sapaan akrabnya.
Ia mengungkapkan bahwa semangat toleransi juga tercermin dari berbagai penghargaan yang diterima Kota Mojokerto sebagai daerah yang dinilai mampu menjaga kerukunan masyarakat, seperti penghargaan Kota Harmoni dan Kota Toleran.
“Kami sangat berbahagia dan bangga menyambut para Bhikkhu Thudong yang bermalam di Kota Mojokerto. Ini menjadi representasi bahwa masyarakat Kota Mojokerto menerima keberagaman dengan suka cita,” ungkapnya.
Perjalanan para biksu Thudong tersebut menjadi pengingat bahwa toleransi dan persaudaraan tetap tumbuh di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ita mendoakan seluruh rombongan agar selalu diberikan kesehatan dan kelancaran selama melanjutkan perjalanan menuju Borobudur.
Editor: Zainul Arifin