Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Agustusan, Ibu-Ibu di Kota Mojokerto Lomba Membuat Sambal Dan Merangkai Bumbu Masak
Advertisement . Scroll to see content

Kreatif, Ibu-ibu di Kota Mojokerto Buat Kerajinan Buket Bernilai Ekonomis

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:15 WIB
  • author Zainul Arifin
Kreatif, Ibu-ibu di Kota Mojokerto Buat Kerajinan Buket Bernilai Ekonomis
Ibu-ibu di Kota Mojokerto itu diajarkan membuat berbagai jenis buket kreatif, mulai dari buket snack, buket uang mainan, hingga buket berisi bumbu dapur yang memiliki nilai jual. (Foto: Istimewa)

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (TP PKK) Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto bersama ibu rumah tangga mendapat pelatihan pembuatan buket yang bernilai ekonomis, Kamis (7/5/2026).

Ibu-ibu di Kota Mojokerto tersebar diajarkan membuat berbagai jenis buket kreatif, mulai dari buket snack, buket uang mainan, hingga buket berisi bumbu dapur yang memiliki nilai jual.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan seperti pembuatan buket tidak sekadar menjadi aktivitas pengisi waktu, namun harus mampu menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya pelatihan ini bisa menjadi sumber ekonomi. Tidak hanya sekedar bisa, tapi bagaimana ilmu yang didapat bisa menjadi sumber penghasilan dan mendorong menjadi pelaku ekonomi kreatif,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto adalah 5,34 persen dan masih berada dibawah pertumbuhan ekonomi nasional dan provisi Jawa Timur. Dan ini menjadi atensi agar tumbuh lebih cepat.

“Kalau ngomong pertumbuhan ekonomi itu bahasanya percepatan dan perlambatan. Bagaimana ekonomi Kota Mojokerto bisa tumbuh lebih cepat. Karena target nasional pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Presiden berada di angka 8 persen,” jelasnya.

Upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi adalah mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif. Mendorong UKM dan IKM bisa naik kelas. Ia pun mengapresiasi inisiatif Kelurahan Gunung Gedangan yang menghadirkan pelatihan keterampilan bagi anggota PKK.

Ning Ita berharap pelatihan tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai, namun berlanjut dalam bentuk pendampingan dan kolaborasi usaha.

Lebih lanjut Ning Ita juga menyinggung pentingnya inovasi dan penguatan ekonomi lokal di tengah situasi global berdampak pada kenaikan harga bahan baku, termasuk produk berbahan plastik.

Karena itu, ia mendorong pemanfaatan daur ulang dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif sekaligus mendukung program nasional pengurangan sampah.

“Sekecil apa pun kegiatan yang dilakukan berbasis APBD harus bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto,” ujarnya.

Pembekalan keterampilan pembuatan buket ini diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan usaha kreatif yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut