Momen Kapolres Jombang Ladeni Doorstop Siswa SMKN, Sempat Bikin Grogi Penanya
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan hadir dalam acara safari jurnalistik PWI Jombang Goes to School and Campus di SMKN 1 Jombang dan bersedia diwawancara oleh para siswa yang simulasi wawancara cegat atau doorstop.
AKBP Ardi tampak antusias meladeni pertanyaan dari para reporter cilik tersebut. Sementara mereka yang simulasi wawancara cegat mengaku sempat grogi meski sudah dapat bekal ilmu jurnalistik dari PWI Jombang.
"Tadi sempat grogi saat harus maju dan menyodorkan HP untuk merekam suara Pak Kapolres, tapi seru sekali. Apalagi tidak menyangka bisa dapat hadiah helm karena berani bertanya. Kami jadi tahu bagaimana rasanya jadi wartawan yang harus sigap mengejar narasumber," ujar Nabila siswa.
Sementara, AKBP Ardi memberikan apresiasi atas keberanian dan kekritisan siswa. Dia memberikan helm gratis kepada lima orang siswa yang berani mengajukan pertanyaan tajam dan maju ke depan.
Selain sebagai penghargaan, hadiah itu merupakan simbol pesan keselamatan berkendara dan kepatuhan hukum di jalan raya, sesuai dengan materi kedisiplinan yang disampaikan.
Ardi menilai metode simulasi dan pemberian reward sangat efektif untuk mengukur sejauh mana siswa menyerap materi.
"Melalui praktik doorstop ini, siswa belajar berani berbicara dan menyusun pertanyaan kritis. Pemberian helm ini adalah cara kami menyemangati mereka agar terus berani menyuarakan kebenaran dan tetap disiplin, baik di sekolah maupun di jalan raya," kata Ardi.
Ardi mengingatkan, Indonesia Emas 2045 bukan sekedar mimpi jika para pelajar mulai menanamkan disiplin sejak dini. Menurutnya, generasi penentu masa depan bangsa adalah para pelajar saat ini.
"Jangan pernah menggadaikan masa depan yang cerah hanya demi emosi sesaat yang merugikan. Lebih baik dikenal karena prestasi yang membanggakan daripada menjadi viral karena melakukan pelanggaran hukum," pesannya.
Dia menjelaskan, hukum hadir bukan untuk ditakuti, melainkan untuk ditaati demi ketertiban bersama. Setiap tindakan seperti balap liar, perundungan (bullying), hingga narkoba memiliki konsekuensi hukum serius yang akan tercatat dalam SKCK dan dapat merusak masa depan.
"Pelajar harus membangun karakter unggul yang memiliki integritas, religius, dan nasionalisme, serta berani menjauhi segala bentuk persaudaraan yang tidak sehat," katanya.
Editor: Zainul Arifin