Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sampah Kediri Makin Menggunung, Legislator Jatim Buka Peluang Ubah Jadi Listrik
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Tsany Zahratussita, Atlet Kriket Kediri Jualan Tanaman Hias Demi Biaya Hidup dan Kuliah

Jum'at, 24 April 2026 | 12:37 WIB
  • author Joko Dwi
Kisah Tsany Zahratussita, Atlet Kriket Kediri Jualan Tanaman Hias Demi Biaya Hidup dan Kuliah
Atlet Kriket Tsany menunjukkan tanaman hias yang dijualnya. Foto: Mojokerto.iNews.id/Joko Dwi

KEDIRI, iNewsMojokerto.id – Kisah Atlet Kriket, Tsany Zahratussita, berjualan tanaman hias dalam pot di rumahnya Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, demi membantu perekonomian keluarga dan biaya kuliah.

Tanaman hias itu hasil dibudidaya bersama ibunya Maftukhatul Khoiriyah (48). Ada beragam jenis di dalam pot, mulai mawar Kalimantan tanpa duri, mawar Malang, hingga mawar lokal.

“Hasil jualan tanaman saya gunakan untuk tambahan biaya sehari-hari dan membantu ibu," tutur Tsany saat ditemui wartawan di rumahnya, Jumat (24/4/2026).

Diketahui, Tsany aktif sebagai atlet kriket asal Kediri sejak awal 2025. Meski tergolong baru, ia berhasil menorehkan sejumlah prestasi. Di  antaranya medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 dan medali perak pada kejuaraan nasional di Bali.

Gadis berusia 18 tahun tersebut juga bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, setelah diterima di Universitas Negeri Malang melalui jalur prestasi pada program studi S1 Ilmu Komunikasi tahun ajaran 2026/2027.

Namun Tsany mendapatkan tantangan besar dalam ekonomi keluarganya, sejak sang ayah meninggal dunia. Kondisi tersebut diperparah sang ibu yang berjuang melawan penyakit tumor otak selama beberapa tahun terakhir.

Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pendidikan kuliahnya, Tsany bersama ibunya menambah penghasilan dengan berjuang keras berjualan tanaman mawar. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai Rp15.000 hingga Rp40.000 per pot.

“Hasil jualan tanaman untuk tambahan biaya sehari-hari dan membantu ibu. Kondisi ibu membuat saya harus lebih banyak membantu di rumah, termasuk mengurus usaha tanaman,” tutur atlet Kriket ini.

Meski kondisi ekonomi penuh keterbatasan, Tsany menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pendidikan sambil bekerja. “Saya ingin tetap kuliah dan terus berusaha bisa membiayai sendiri,” katanya.

Sementara, Maftukhatul Khoiriyah mengaku bersyukur anak gadisnya terus bersemangat menjalani aktivitas meski dalam keterbatasan. Dia berharap usaha yang dijalankan dapat terus berkembang dan membantu kebutuhan keluarga, sekaligus mendukung pendidikan anaknya.

“Saya berharap anak saya tetap bisa melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya,” ujarnya.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut