Safari Ramadan, Pemkot Mojokerto Serahkan Bantuan Dana Hibah Keagamaan
MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id -Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang turut diikuti Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran serta unsur TNI dan Polri sebagai upaya mempererat silaturahim dengan masyarakat.
“Ini menandakan bahwa pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat berjalan bersama. Ada sinergi dan kebersamaan dalam menjaga dan membangun Kota Mojokerto,” kata Ning Ita sapaan Wali Kota Mojokerto saat saat safari Ramadhan di Musala Nur Hidayah, Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan.
Pada agenda tahunan setiap Bulan Ramadhan, Ning Ita melaksanakan ibadah salat tarawih berjamaah. Selain itu, dirinya juga memberikan zakat mal serta menyerahkan dana hibah keagamaan kepada masjid dan musala.
Ning Ita mengungkapkan bahwa jumlah dana hibah keagamaan tahun ini mengalami penyesuaian akibat penurunan transfer anggaran dari pemerintah pusat ke daerah.
“Pada 2025, dana hibah keagamaan mencapai lebih dari Rp5 miliar. Tahun ini sebesar Rp2,3 miliar. Kami mohon dimaklumi, namun kami berharap dana hibah ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Mushala Nur Hidayah sendiri menerima bantuan hibah sebesar Rp20 juta. Selain itu, Ning Ita juga menyerahkan bingkisan kepada masjid dan musala yang dikunjungi, serta kepada jamaah yang hadir sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Pemkot Mojokerto tersebut mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya genangan air. Berdasarkan informasi dari BMKG, pertengahan hingga akhir Februari merupakan periode dengan curah hujan tertinggi sepanjang tahun.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Kota Mojokerto yang relatif cekung membuat potensi genangan air tidak dapat dihindari sepenuhnya. Karena itu, peran aktif masyarakat dinilai sangat penting agar genangan dapat segera surut.
“Yang bisa kita lakukan bersama adalah menjaga kebersihan lingkungan. Sampah jangan sampai menyumbat saluran air. Kerja bakti dan gotong royong tetap penting, meskipun kita tinggal di wilayah perkotaan,” ujarnya.
Editor : Zainul Arifin