get app
inews
Aa Text
Read Next : Gas Elpiji Bocor Warga Jombang Tersambar Api, Begini Kondisinya

Mayat Ibu dan Anak di Gedung Eks Asrama Polisi di Jombang Gegerkan Warga

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:46 WIB
header img
Evakuasi penemuan dua mayat ibu dan anak di gedung eks asrama polisi di Rejoagung, Ploso, Jombang. (Foto: Mojokerto.iNews.id/Zainul Arifin).

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Warga Desa Rejoagung Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang digegerkan dengan penemuan mayat perempuan diduga ibu dan anak di area eks gedung asrama polisi di  wilayah setempat.

Kondisi kedua jenazah sangat mengenaskan. Tidak memakai pakaian atau telanjang dan tubuh melepuh diduga bekas luka bakar.

Penemuan dua mayat ibu dan anak di bekas gedung asrama polisi itu dari kecurigaan warga terhadap sepeda motor yang terparkir tak bertuan di lokasi kejadian selama dua hari berturut-turut, sekitar pukul 14.00 WIB.

Setelah dicek, ditemukan dua jasad korban. Selanjutnya warga melaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan laporan ke kepolisian setempat.

"Jadi hari ini sekitar pukul 14.00 WIB, tadi kami mendapatkan laporan ada penemuan dua mayat. Pertama perempuan sudah dewasa, dan masih anak kecil perempuan, saat ini sudah dibawa ke RS untuk autopsi," kata Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander di lokasi.

Dalam olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti krusial yang mengarah pada dugaan peristiwa non-wajar atau dugaan pembunuhan. "Kami menemukan beberapa barang bukti di TKP, salah satunya botol yang diduga berisi bahan bakar minyak (BBM)," ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi kedua mayat menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik yang cukup serius. Yakni adanya luka bakar yang menyebabkan kulit korban mengelupas.

"Secara visual, ada bagian kulit yang terbakar dan mengelupas. Namun, untuk luka lainnya belum terlihat jelas karena sudah muncul lebam mayat. Kami menduga korban sudah meninggal lebih dari 24 jam," tegasnya.

Saat ini, kedua jenazah ibu dan anak tersebut telah dievakuasi ke kamar untuk menjalani autopsi guna menentukan penyebab pasti kematian maupun identitas korban.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter forensik untuk menyimpulkan penyebab kematian korban dan memastikan apakah ini merupakan tindak pidana pembunuhan atau bukan," tutup Dimas.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut