Cukupi Kebutuhan Ramadhan, 200.000 Liter Minyakita Digelontor ke Jombang
JOMBANG, iNewsMokerto.id - Sebanyak 200.000 liter minyak goreng Minyakita digelontor ke Jombang, Jawa Timur oleh Perum Bulog Cabang Mojokerto. Kebijakan tersebut untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan 1446 Hijiriah dan Hari Raya Idul Fitri.
Selain pendistribusian 200.000 liter Minyakita, Bulog jua mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kabupaten Jombang, di antaranya di Pasar Pon.
Kepala Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menyatakan Khusus di Pasar Pon, sebanyak 8.000 liter Minyakita telah disalurkan ke 13 toko sesuai dengan pesanan pedagang.
"Kami memiliki stok kurang lebih 200.000 liter untuk Januari ini dan akan terus ditambah. Kami pastikan stok Minyakita akan selalu terpenuhi," ujar Husin kepada Mojokerto.iNews.id, Sabtu (24/1/2026) usai monitoring di Pasar Pon, menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat melalui Bappenas dan Kementerian Perdagangan.
Dalam pemantauan tersebut, petugas memastikan harga jual di tingkat pedagang tetap mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Minyakita dijual sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter, beras SPHP dijual seharga Rp58.000 per kemasan 5 kg, masih di bawah ambang batas HET sebesar Rp62.500.
Selain Minyakita, Bulog juga menyalurkan beras SPHP untuk menekan kenaikan harga di pasar. Berdasarkan aturan terbaru, yakni Permendag Nomor 43 Tahun 2025, Bulog kini memiliki wewenang untuk mendistribusikan Minyakita langsung ke pengecer tanpa melalui distributor lokal (D2).
Strategi tersebut dianggap lebih efektif dalam memangkas rantai distribusi sehingga harga di tingkat konsumen lebih merata.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jombang, Suwigyo, menegaskan pentingnya pengawasan harian untuk mencegah spekulasi harga.
"Kami melakukan pengawasan setiap hari agar masyarakat tidak semena-mena dalam menjual. Jika harga dimainkan, itu akan menjadi masalah," tegas Suwigyo.
Sementara, Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Jombang, Hikha Ratri Widyasanti, menambahkan bahwa penyerapan beras SPHP di Jombang menunjukkan tren yang sangat positif dalam menstabilkan harga pasar.
"Setiap toko rata-rata menyerap 2 ton beras per minggu. Dengan adanya 13 toko di satu pasar, total 26 ton terserap dalam sepekan. Ini sangat membantu menstabilkan harga beras yang sempat naik beberapa waktu lalu," ucalnya.
Editor : Zainul Arifin