Lakukan Tendangan Horor ke Pemain Persikaba, Kiper PSIR Rembang Dihukum Seumur Hidup
SEMARANG, iNewsMojokerto.id – Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah memberikan hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup Kiper PSIR Rembang, Raihan Aby Valent Ramdhan Alfarig.
Hukuman tersebut menyusul viralnya video tendangan horor kiper PSIR Rembang ke pemain Persikaba Blora di Stadion Krida, Rembang dalam lanjutan Liga 4 Indonesia.
"Langkah tegas ini untuk menciptakan sepak bola yang aman, nyaman, dan fair play. Kami harap ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pemain agar kejadian serupa tidak terulang," kata Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono dikutip dari Jateng.iNews.id, Kamis (22/1/2026).
Samuel mengatakan, Berdasarkan Surat Putusan No. 52/KD.L4/PSSI.JTG/I/2026, Raihan terbukti melakukan Violent Conduct atau tingkah laku buruk yang sangat berbahaya.
Dalam laga terakhir babak penyisihan itu, Raihan dengan sengaja mengangkat kaki terlalu tinggi hingga menghantam pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Avesta.
Komdis menilai tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan ada unsur kesengajaan untuk mencederai lawan yang dapat mengancam keselamatan nyawa pemain.
Merujuk pada Pasal 48, 49, 10, dan 19 Kode Disiplin 2025, Komdis PSSI Jateng menetapkan dua sanksi utama bagi Raihan yakni, tidak boleh terlibat dalam kegiatan sepak bola di bawah naungan PSSI dalam tingkatan apa pun seumur hidup. Selain itu, denda sebesar Rp5.000.000.
Tidak hanya sang pemain, perangkat pertandingan yang memimpin laga tersebut juga tak luput dari sanksi. Wasit yang bertugas dinilai underperform karena gagal mengendalikan pertandingan dengan baik.
Komdis memberikan rekomendasi kepada Komite Wasit PSSI Jateng agar wasit tersebut tidak ditugaskan kembali dalam seluruh kompetisi resmi PSSI selama satu tahun sebagai bentuk pembinaan ulang.
Insiden tersebut menambah daftar panjang potret buram pelaksanaan Liga 4 di Indonesia yang belakangan kerap diwarnai aksi anarkis. Video tendangan brutal tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial dan mendapat kecaman luas dari pecinta sepak bola nasional.
PSSI Jawa Tengah berharap putusan tersebut dapat memulihkan marwah kompetisi dan memberikan rasa keadilan bagi korban yang saat ini harus menjalani perawatan akibat cedera tersebut.
Editor : Zainul Arifin