Banjir Ketapang Kuning Jombang Jadi Wisata Dadakan, Warga Ramai Berfoto Padahal Petani Gagal Panen
Senada disampaikan Mohammad Ilham (25), warga lokasi yang datang setelah melihat video lokasi tersebut viral di media sosial. “Ini wisata dadakan. Kejadiannya mungkin setahun cuma satu atau dua kali. Videonya sempat viral, yang merekam suasana dari atas menggunakan drone, akhirnya saya penasaran dan tertarik untuk datang ke sini,” kata dia.
Menurut Ilham, daya tarik utama lokasi tersebut adalah kombinasi air banjir yang bergelombang dan pemandangan senja. “Kalau sore hari bukan cuma lihat air, tapi juga senjanya bagus. Gratis juga, bisa sambil ngopi senja,” imbuhnya.
Sebelumnya satu warga di desa setempat, Ahmad mengatakan bahwa peristiwa itu merupakan banjir tahunan. Namun, kondisi tahun ini disebutnya lebih parah dibanding sebelumnya.
“Ini banjir tahunan, tapi kali ini sudah yang kedua. Yang pertama bulan November 2025, tapi tidak separah sekarang,” ujar Ahmad kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Warga berharap pihak berwenang bisa memberikan solusi supaya warga dan petani tidak terus mengalami kerugian saat banjir melanda.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz sebelumnya mengungkapkan banjir melanda wilayah utara Kecamatan Ngusikan termasuk Desa Ketapang Kuning disebabkan pergeseran aliran air dari beberapa wilayah lain.
“Wilayah Ketapang Kuning ini merupakan daerah akhir aliran air dari Marmoyo, Ploso, Kudu, dan sekitarnya. Jadi air itu bergeser dan berakhir di sana. Apalagi Ketapang Kuning berbatasan langsung dengan Mojokerto dan ada sistem pengaturan air di wilayah tersebut,” ungkap Wiku.
Editor : Zainul Arifin