get app
inews
Aa Text
Read Next : Sudah 100 Warga di Jombang Terserang DBD, Tren Kasus Diprediksi Meningkat, Ini Sebarannya

Dinkes Kota Kediri Fogging Ponpes Al Ishlah Usai Dua Warga Dirawat Suspek Demam Berdarah

Senin, 12 Januari 2026 | 21:24 WIB
header img
Petugas Dinkes Kota Kediri saat melakukan Fogging atau pengasapan di Ponpes Al Islah Bandar Kidul usai ada laporan dua warga Suspek DBD. Foto: Mojokerto.iNews.id/Joko Dwi

Hendik mengatakan, musim hujan yang terjadi saat ini berpotensi meningkatkan jumlah kasus DBD. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak genangan air di lingkungan sekitar, seperti di bak mandi, ember, talang air, hingga barang bekas yang tidak terpakai. Kondisi tersebut menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.

“Musim hujan seperti sekarang ini memang sangat berisiko. Banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” katanya.

Selain fogging, petugas juga memberikan edukasi kepada pengurus pondok dan masyarakat sekitar untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Dinkes mengajak warga menjalankan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas, ditambah langkah pencegahan lainnya seperti menggunakan obat anti nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan.

Berdasarkan data Dinkes Kota Kediri, pada Januari 2026 telah ditemukan dua kasus suspek DBD. Sementara pada Desember 2025 lalu, tercatat tiga warga Kota Kediri terkonfirmasi menderita demam berdarah.

“Jika melihat tren dan kondisi cuaca, kami memprediksi potensi penambahan kasus masih ada selama musim hujan berlangsung. Karena itu peran aktif masyarakat sangat penting,” ujarnha

Dinas Kesehatan Kota Kediri juga mengimbau warga untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, hingga muncul bintik merah pada kulit. Deteksi dan penanganan dini dinilai dapat menurunkan risiko keparahan akibat DBD.

Melalui langkah fogging dan upaya pencegahan yang melibatkan masyarakat, Dinkes berharap angka kasus demam berdarah di Kota Kediri dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut