Lahan Tebu di Jombang Meningkat, Hasilkan 56.009 Ton Gula Kristal Putih
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Bupati Jombang Warsubi memaparkan data statistik 2024 yang menunjukkan tren positif pada sektor perkebunan tebu di Jombang, Jawa Timur. Luas areal tanam tebu meningkat menjadi 10.787 hektar dari tahun sebelumnya yang hanya 10.102 hektar.
Tak hanya luas lahan, kualitas tebu Jombang juga dilaporkan makin membaik. Warsubi memaparkan itu saat acara penanaman tebu perdana di lahan milik Kodim 0814 berlokasi di wilayah Koramil Diwek, Sabtu (3/1/2026).
Hadir dalam acara itu Wabup Salmanudin, Dandim 0814 Letkol Kav Dicky Prasojo, Kapolres AKBP Ardi Kurniawan dan segenap Forkopimda, Budi Suparmin Komisaris PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) serta General Manager PG Tjoekir.
"Kualitas tebu atau rendemen kita mengalami kenaikan signifikan, mencapai rata-rata 7,11 persen. Ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 6,5 persen. Hal ini menandakan tebu petani Jombang semakin berkualitas dan semakin manis," paparanya.
Tercatat, total produksi tebu Jombang mencapai 787.246 ton, setara produksi 56.009 ton Gula Kristal Putih (GKP). Sebagai langkah strategis menjaga produktivitas, Pemkab Jombang menggencarkan program Bongkar Ratoon (peremajaan tanaman tebu).
Program ini, disebut Warsubi memberikan bantuan besar kepada petani, mencakup 60.000 mata tunas benih (senilai Rp10 juta) dan ongkos tenaga kerja sebesar Rp4 juta per hektar.
"Hingga saat ini, total usulan program Bongkar Ratoon di Jombang telah mencapai 3.315,08 hektar, yang terbagi dalam beberapa tahap," ujarnya.
Dikatakan Warsubi, pada tahap I dan II telah selesai distribusi benih dan tanam di lahan seluas 570,09 hektar. Kemudian tahap III menyasar lahan bekas ubi kayu dan kawasan hutan seluas 83,5 hektar.
Lalu tahap IV (Indikatif), pengajuan relaksasi sebesar 2.640,49 hektar mencakup lahan Panglungan, lahan Kodim, serta kemitraan dengan PG Tjoekir, PG Jombang Baru, dan PG Gempol Kerep.
Ia menegaskan sinergi antara TNI, petani dan pabrik gula adalah kunci utama keberhasilan swasembada gula. Pemanfaatan lahan Kodim 0814 menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan lahan tidur.
"Dengan potensi lahan dan semangat petani yang luar biasa, Kabupaten Jombang siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan target Swasembada Gula Konsumsi Nasional pada tahun 2028," ujarnya.
Editor : Zainul Arifin