KH Zulfa Mustofa Tegaskan Janji dan Tanggung Jawab Besar Jadi Pj Ketua Umum PBNU
JAKARTA, iNewsMojokerto.id - KH Zulfa Mustofa ditunjuk menjadi Penjabat (Pj) Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam rapat pleno Syuriyah PBNU. Zulfa menggantikan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang telah diberhentikan oleh Syuriyah PBNU.
Zulfa berjanji akan menjalankan mandat organisasi dengan penuh integritas. "Saya berjanji, saya akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, dan sesantun-santunnya, menjaga keadaban sebagai santri," ujar Zulfa usai Rapat Pleno PBNU di Jakarta, dikutip Rabu (10/12/2025).
Dia menegaskan posisinya dalam tradisi keilmuan NU. Dia menegaskan posisi sebagai santri dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. "Saya bukan siapa-siapa, saya santri daripada Rais Aam, dan juga santri Syuriyah PBNU. Tentu juga santri kiai-kiai pesantren-pesantren besar yang malam hari ini tidak bisa hadir," tutur dia.
Zulfa berharap penunjukan dirinya di forum pleno dapat mengakhiri ketidakpastian yang terjadi di tubuh organisasi. "Saya berharap dengan ditunjuknya saya dalam forum pleno ini sebagai penjabat ketua umum, ketidakpastian itu selesai. Kita lihat di sini hadir semua tokoh-tokoh besar," katanya.
Dia kemudian menyebut deretan kiai yang menjadi guru-gurunya untuk menegaskan perjalanan intelektualnya dibentuk oleh banyak pesantren besar di Indonesia. Bahkan, dia menyebut juga merupakan keponakan dari Wakil Presiden (Wapres) ke-13 KH Ma'ruf Amin. "Tidak perlu disebut, saya pasti bukan cuma santri, saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin. Ya, saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin, dan saya sudah minta restu beliau," kata Zulfa.
Zulfa bertekad menata kembali roda organisasi. "Saya tidak ingin menjadi bagian konflik masa lalu. Tapi saya ingin menjadi solusi buat Jam'iyah ini untuk masa depan," kata Zulfa.
Dia mengatakan amanah yang diberikan kepadanya merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. "Saya ingin menyampaikan pada kesempatan ini bahwa ini adalah satu kehormatan pada satu sisi, tapi ini juga pada sisi lain adalah amanah yang sangat berat bagi saya dan juga untuk kita semua," ujarnya.
Dia pun menegaskan komitmennya menjalankan tugas yang diamanahkan Rais Aam dan forum pleno dengan sebaik mungkin. "Tugas saya sangat berat. Pertama, menormalisasi roda organisasi, dan kemudian tentunya menghantarkan muktamar yang diawali dengan diadakannya Konferensi Besar," tuturnya.
Dia juga mengajak seluruh jajaran struktur NU di berbagai tingkatan untuk bersatu kembali. "Mari kita bersatu kembali di Rumah Besar kita ini. Karena sudah lama masyarakat warga NU bersedih atas ketidakpastian ini," ujarnya.
Editor : Zainul Arifin