Bakar Sampah, Kakek 78 Tahun di Jombang Nyaris Terpanggang Hidup-hidup, Begini Kondisinya
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Seorang kakek bernama Bonadji Hadi Prayitno warga Pandanwangi, Diwek, Jombang, Jawa Timur nyaris terpanggang hidup-hidup jika tak segera tertolong. Pria berusia 78 tahun itu kini dirawat intensif dengan luka bakar 80 persen.
Peristiwa nahas tersebut terjadi tidak jauh dari rumahnya, Minggu, (7/9/2025 pukul 09.00 WIB. Kejadian berawal kakek Bonadji amembakar sampah di dekat rumpunan bambu. Begitu terbakar, api langsung saja membesar disebabkan angin kencang, dan dengan cepat menjalar hingga membakar rumpun bambu di dekatnya.
Panik melihat api berkobar hebat, pemilik lahan yakni Bonadji dibantu beberapa warga berupaya memadamkan api menggunakan alat sederhana, tapi api tidak kunjung padam. Bahkan, Api yang cepat membesar karena tiupan angin akhirnya menyambar tubuh Bonadji.
Nyawa Bonadji terselamatkan setelah warga dan petugas pemadam kebakaran yang melakukan penanganan memberikan pertolongan. Bonadji kemudian dievakuasi ke RSUD Jombang dengan luka bakar sekujur tubuh.
"Korban saat itu bakar sampah dan api merembet, lalu korban mencoba memadamkan sendiri terus ikut terbakar. Korban tidak bisa menghindar dari api karena faktor usia sudah tua, informasinya berjalan juga pakai alat bantu tongkat," kata Deny Santoso, petugas Damkar Jombang, Minggu (7/9/2025).
"Perkiraan korban luka bakar 80 persen, sekujur tubuh dari bawah sampai, langsung dibawa ke RSUD Jombang untuk perawatan," lanjut Deny.
Dia menambahkan, selain menyebabkan korban luka, peristiwa kebakaran di dekat permukiman itu juga meludeskan lahan bambu seluas kurang lebih 100 × 40 meter persegi. Api dapat dipadamkan oleh petugas setelah dua jam kemudian. "Proses pemadaman dengan menerjunkan dua unit kendaraan pemadam beserta peralatannya," katanya.
Warga diimbau untuk lebih waspada terhadap aktivitas pembakaran sampah, khususnya di lahan terbuka yang berada dekat area pemukiman. Warga yang tidak memiliki keahlian khusus juga diimbau tidak melakukan pemadaman api secara mandiri, karena membahayakan keselamatan.
Editor : Zainul Arifin