get app
inews
Aa Text
Read Next : Tujuh Bulan Jadi Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo Pamit ASN dengan Pesan Seperti Ini

Sambut Ramadan 2025 Warga Jombang Berebut Kue Apem di Tradisi Grebeg Apem, Ini Maknanya

Kamis, 27 Februari 2025 | 18:32 WIB
header img
Grebek Apem Megengan Sambut Ramadan 2025 di Alun-alun Jombang. Foto InewsMojokerto/Zainul Arifin

JOMBANG, iNEWSMOJOKERTO.ID - Ratusan warga di Jombang terlibat dalam perayaan grebeg apem megengan yang digelar di alun-alun Jombang. Acara yang dilaksanakan Pemkab setempat ini merupakan tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadan 2025.

Warga  tampak kumpul menunggu gunungan berisi kue apem dikelilingi jajanan tradisional merayakan grebeg apem jelang puasa ramadan 2025. Warga rela berdesakan untuk mendapatkan kue apem di lima gunungan raksasa yang diarak dari kantor Pemkab Jombang dan terakhir di Alun-alun setempat.

Warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa antusias menunggu arak-arakan tiba di lokasi utama. Begitu gunungan tiba suasana pun semakin meriah,  masyarakat berdesakan dan berebut apem yang warna warni dan jajanan tradisional lainnya.

Grebeg Apem, atau lebih dikenal dengan Megengan, adalah tradisi turun-temurun masyarakat Jombang sebagai bentuk ungkapan syukur dan permohonan maaf menjelang bulan Ramadan. Kue apem, yang menjadi simbol utama dalam acara ini, berasal dari kata "afwan", dalam bahasa Arab berarti "mohon maaf".

Tradisi itu mengandung nilai spiritual dan sosial yang mendalam, mengingatkan umat Islam untuk membersihkan hati, memohon ampunan kepada Allah SWT, dan saling memaafkan antar sesama sebelum memasuki bulan suci.

Wakil Bupati Jombang M. Salmanudin Yazid mengajak seluruh umat Islam di Jombang dari berbagai organisasi seperti NU, Muhammadiyah, Shiddiqiyyah dan lainnya untuk menghadapi perbedaan dalam penetapan awal puasa dengan bijak dan saling menghormati.

Ia menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan di atas perbedaan, serta mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh rahmat dan kedamaian dengan menekankan nilai toleransi, ukhuwah, dan saling menghargai.

"Mari kita saling menghormati baik yang melaksanakan ibadah puasa maupun yang belum bisa menjalankan puasa di bulan Ramadhan, serta meningkatkan kepedulian sosial dengan memperbanyak zakat, infaq dan sedekah," katanya.

Dirinya juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kekhidmatan ibadah selama Ramadan, tidak membunyikan petasan atau melakukan konvoi berlebihan, saling menghormati, dan meningkatkan kepedulian sosial dengan memperbanyak zakat, infaq, dan sedekah.

"Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen menciptakan suasana Ramadan yang aman dan nyaman, dan mengajak masyarakat turut serta menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing," tandasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut