Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) HMD Gemas Jawa Timur, Bayu Perkasa, menyatakan pihaknya berupaya secara masif mendorong peningkatan standar operasional seluruh dapur penyedia guna menyelaraskan langkah dengan regulasi ketat yang diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Bayu menyebut pembinaan itu merupakan bagian langsung dari tindak lanjut arahan BGN yang menginstruksikan standardisasi menyeluruh bagi seluruh dapur mitra pengelola MBG.
"Karena kami diberikan tugas khusus oleh BGN untuk mengawal program MBG di Jawa Timur, maka HMD Gemas Jawa Timur melakukan apa yang diperintahkan BGN, yaitu standardisasi dapur," ujarnya.
Dikatakan Bayu, seminar awareness HACCP menjadi sarana edukasi awal yang penting untuk membuka pola pikir pengelola dapur terhadap standar higienitas dan keamanan pangan terkini.
Bayu juga menyampaikan agenda strategis BGN pada 2027 mendatang. Disebut Bayu, dapur MBG yang lulus uji standardisasi dan tahap awareness akan mendapatkan penetapan resmi sebagai penyalur manfaat.
Ia mengingatkan seluruh pengelola dapur agar tidak main-main dengan aturan standar ini, mengingat adanya sanksi tegas bagi dapur penyedia yang enggan melakukan pembenahan atau upgrading.
"Yang tidak melakukan upgrading, akan dihapus dapurnya atau ditutup secara permanen. Itu infonya," pungkasnya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
