Kediamannya di dalem kasepuhan seakan tidak pernah tertutup bagi siapapun yang datang untuk mencari nasihat, pencerahan batin, maupun sekadar mengadu tentang persoalan kehidupan. Keteladanannya membuat sosoknya tidak hanya dihormati sebagai bagian dari keluarga besar ulama, tetapi juga sebagai tempat masyarakat mencari keteduhan.
Selain aktif dalam pengasuhan pesantren dengan penuh kedalaman ilmu dan keikhlasan mengasuh umat, Nyai Hj Mahfudhoh juga merupakan politisi perempuan yang mengukir sejarah pengabdian panjang. Pernah menjadi anggota DPR RI selama tiga periode, yakni 1987-1992, 1997-1999, dan 2004-2009. Sedangkan saat ini, Nyai Nachfudhoh tercatat sebagai Mustasyar PBNU periode 2026-2031
Machfudhoh lahir di Jombang pada 12 Maret 1944. Nyai Machfudhoh melepas masa lajangnya pada 1962, yakni menikah dengan KH. Aly Ubaid. Dari pernikahan ini mereka dikaruniai seorang putri, yaitu Ulfah Masfufah atau Ning Ulfah.
Gus Rozaq menambahkan, jenazah almarhumah dijadwalkan dimakamkan di pemakaman keluarga Tambakberas pada Senin (5/10/2026).
“Akan dimakamkan di pemakaman keluarga Tambakberas pada Senin 5 Oktober 2026 ba’da asar," katanya.
Kepergian Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid putri pendiri NU ini menambah kabar duka bagi keluarga besar Bahrul Ulum Tambakberas dan Nahdlatul Ulama. Keteladanan yang diwariskan akan terus menyalakan api semangat di dalam santri dan warga nahdliyin untuk melanjutkan perjuangan mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
