Kemudian, kata Jayadinata, warga dan santri melakukan upaya pemadaman api secara mandiri. Namun, tidak berhasil karena kobaran si jago merah terlalu besar. "Kemudian, salah satu warga menghubungi Damkar Jombang," ucapnya.
Jayadinata mengatakan pihaknya sempat kesulitan akses masuk ke lokasi. Sehingga, proses pemadaman sedikit terlambat. Menurutnya, api melahap ruangan pondok di lantai 2 berukuran 24x10 meter persegi.
Tidak ada korban, namun gedung di lantai 2 untuk kegiatan, perpustakaan, laboratorium jahit, dan gudang, berisi kasur bekas, jufa komputer hangus terbakar. Kerugian kurang lebih Rp200 juta," katanya.
Terkait pemicu kebakaran, Jayadinata menduga dari korsleting listrik yang kemudian mengeluarkan api. "Kami imbau masyarakat selalu melakukan pengecekan dan perawatan kelistrikan di rumahnya masing-masing maupun fasilitas umum. Hal itu untuk mencegah terjadinya kebakaran," imbaunya
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
