Menurut Andrik, proses pemadaman sempat terkendala karena akses menuju lokasi cukup sempit. Selain itu, petugas juga menghadapi keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
Meski ada sejumlah kendala, tiga jam kemudian api dapat dipadamkan setelah petugas terus melakukan penyemprotan air untuk mencegah api semakin meluas ke bangunan lain di lingkungan sekolah.
Sebelum meninggalkan lokasi, petugas Damkar Jombang melakukan pembasahan dan pendinginan untuk mencegah munculnya api lagi.
"Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka. Namun, kerugian akibat kebakaran dua ruangan sekolah diperkirakan Rp100 juta," ujarnya.
Kasus kebakaran SMPN 2 Perak Jombang ini dalam penanganan pihak berwenang. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pastinya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
