JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Bedah film dan novel Ibadah dan Cinta digelar di Asrama Al Bishri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jumat (28/8/2026) sore. Bedah film bergenre drama, romance, dan bernuansa religi itu bareng Fatayat NU (Nahdlatul Ulama).
Ada puluhan ibu-ibu Fatayat NU hadir dalam acara itu. Pj Ketua Umum PP Fatayat NU Dewi Winarti bersama sang sutradara Jastis Arimba serta para pemain juga hadir langsung. Mereka bergantian menceritakan film yang diproduksi Sinemata Buana Kreasindo tersebut.
Jastis Arimba mengatakan, ‘Ibadah dan Cinta’ tidak sekadar menyajikan kisah percintaan, tetapi juga mengangkat persoalan keluarga, kehilangan, hingga bagaimana seseorang belajar mengikhlaskan.
“Ibadah dan Cinta ini adalah film drama keluarga bernilai religi yang bercerita memaknai arti cinta, kehilangan, dan mengikhlaskan,” ujar Jastis ditemui usai acara.
Pj Ketua umum Fatayat NU bersama sutradara dan para pemain ibadah dan cinta di Denanyar Jombang. (Foto: Mojokerto.iNews.id/Zainul Arifin)
Dalam cerita, Achmad Megantara berperan sebagai Rico seorang anak muda asal Australia awalnya bersikap agnostik dan mempertanyakan nilai-nilai ketuhanan maupun agama. Perjalanan Rico kemudian mempertemukanya dengan Santun, seorang ustazah muda yang cerdas, anggun, memiliki prinsip kuat, serta merupakan putri dari seorang kiai pemilik pesantren.
Keduanya kemudian dipertemukan dalam sebuah hubungan yang menghadirkan berbagai persoalan. Perbedaan latar belakang dan kultur menjadi salah satu tantangan yang harus mereka hadapi.
Menurut Jastis, kisah tersebut sekaligus menjadi gambaran pertemuan dua dunia yang berbeda, yakni kehidupan pesantren dengan kultur masyarakat Australia yang modern. Menariknya, proses produksi film dilakukan di Indonesia dan Australia.
“Bagaimana dua keragaman budaya, dua karakter potret kehidupan yang berbeda, bisa disatukan oleh cinta itu sendiri,” kata Rico menjelaskan.
Selain kisah percintaan, Jastis menyebut film yang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 24 September 2026 itu juga sengaja dikemas sebagai tontonan keluarga. Ia berharap penonton tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga bisa ikut merasakan emosi dari persoalan yang dialami para tokohnya.
“Ini film keluarga yang sangat menggugah jiwa, sangat emosional. Film keluarga yang sangat layak ditonton bersama keluarga-keluarga Indonesia,” katanya.
Bahkan, Jastis menyebut ada banyak adegan yang mampu menguras emosi penonton. “Banyak bawa tisu, karena memang film ini sangat menguras emosi,” ujarnya.
Meski demikian, Jastis memastikan film tersebut tidak melulu menghadirkan suasana haru. Unsur komedi dan sisi romantis juga tetap diberikan untuk membuat cerita lebih ringan dan dekat dengan penonton.
Bedah Film ‘Ibadah dan Cinta’ bareng Fatayat NU itu dilakukan karena memiliki hubungan khusus. Sejak proses pembuatannya, organisasi badan otonom NU tersebut memberikan dukungan terhadap film ini. Almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah, yang sebelumnya menjabat Ketua Umum PP Fatayat NU, menjadi bagian dari pemeran dalam film tersebut.
Pj Ketua Umum PP Fatayat NU Dewi Winarti mengatakan, karakter perempuan dalam film itu menjadi salah satu pesan penting yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
Sosok Santun digambarkan sebagai perempuan dari keluarga pesantren, seorang guru ngaji yang taat dan memiliki prinsip kuat. Namun, ia kemudian menghadapi tantangan ketika jatuh cinta kepada laki-laki dengan latar belakang kultur berbeda.
Menurut Dewi, karakter tersebut menggambarkan pentingnya perempuan mempertahankan nilai dan prinsip yang diyakininya benar. “Hal yang prinsip itu tetap harus kita perjuangkan jika itu benar, ketika itu berhadapan dan bertentangan dengan sebuah kultur atau budaya,” katanya.
Ia juga menilai keterlibatan almarhumah Margaret dalam film tersebut meninggalkan pesan tersendiri bagi keluarga besar Fatayat NU. Dewi mengaitkan pesan film tentang cinta, kehilangan, dan keikhlasan dengan perjalanan organisasi Fatayat NU. “Cinta itu tumbuh karena dirawat. Fatayat NU ini akan kita rawat dengan cinta,” ujarnya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
