JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Penginapan gratis yang disiapkan oleh Yayasan Pendidikan Al-Madinah bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tambakrejo, Jombang untuk Muktamar ke 35 NU di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Kabupaten Jombang terus dibenahi.
Fasilitas pendukung terus dipersiapkan panitia. Mulai dari ruang tidur hingga sarana pendukung lainnya, termasuk menyediakan 400 bantal untuk menunjang kenyamanan para penggembira muktamar yang akan menginap di lokasi tersebut.
"Ruang kelas kita benahi. Kamar mandi kita tambah ada delapan, serta kita membeli 400 bantal," kata Ketua Panitia Penyambutan Penggembira Muktamar ke-35 NU, Subagiyo, Selasa (21/7/2026).
Panitia mematangkan persiapan menyusul tingginya jumlah pemesan yang akan memanfaatkan fasilitas penginapan gratis itu. Hingga saat ini, sebanyak 480 orang telah melakukan pemesanan. Di antaranya PCINU Mesir sebanyak 50 orang dan PCINU Sudan sebanyak 25 orang.
Selain itu, reservasi juga datang dari PCNU Sidoarjo, PCNU Temanggung Jawa Tengah, serta PCNU Pringsewu Lampung yang masing-masing mendaftarkan 50 orang. Jumlah calon penghuni diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang.
Subagiyo mengatakan bahwa penginapan gratis memanfaatkan 19 ruang kelas di Yayasan Pendidikan Al-Madinah, Dusun Petengan, Desa Tambakrejo yang telah disulap menjadi tempat bermalam bagi para pengunjung. Setiap ruangan memiliki kapasitas antara 15 hingga 25 orang.
Selain ruang istirahat, pihaknya juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa area parkir kendaraan bagi para tamu yang datang dari berbagai daerah.
Kesiapan lokasi penginapan tersebut turut menjadi perhatian PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) Sudan. Utusan khusus PCINU Sudan, Tajul Mafakhir (34), datang langsung melakukan survei lokasi untuk memastikan kelayakan fasilitas akomodasi bagi alumni dan warga NU dari Sudan maupun luar negeri selama angkaian muktamar berlangsung, 27-31 Agustus.
Ia menjelaskan, peninjauan lebih awal dilakukan agar proses istirahat para alumni dan penggembira asal Sudan serta peserta dari luar negeri dapat berjalan lancar dan tertib.
Terkait peserta yang akan hadir, Mafakhir menyebut para alumni Sudan berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan mayoritas berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
"Ada yang dari luar Jawa, tapi kebanyakan ya dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, terdapat pula masyayikh asal Sudan di Malang yang berencana hadir," katanya.
Setelah melihat langsung kondisi penginapan, ia menyampaikan apresiasi atas kesiapan Yayasan Pendidikan Al-Madinah bersama PRNU Tambakrejo. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi solusi penting di tengah tingginya kebutuhan tempat tinggal selama muktamar berlangsung.
"Senang sekali kami bisa diterima oleh pengurus Ranting NU Tambakrejo sekaligus dari pengurus Yayasan Al-Madinah. Karena kebutuhan akan akomodasi kamar menjelang muktamar ini sangat luar biasa. Kalau kita melihat di kanan kirinya itu harga rumah disewakan sangat mahal," katanya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
