JOMBANG, iNewsMojokerto.id – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Jombang resmi mengambil posisi tegas dalam konstelasi pembangunan daerah. Menemui Bupati Jombang Warsubi di Pendopo Kabupaten, Selasa (7/7/2026), organisasi payung kepemudaan tersebut menyatakan kesiapannya mengawal jalan pemerintahan dengan menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis.
Langkah tersebut menandai babak baru bagi gerakan pemuda di Jombang untuk tidak lagi sekedar menjadi penonton atau pelengkap seremonial kebijakan, melainkan menjadi aktor yang menuntut ruang kontribusi nyata pada masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, KNPI Jombang menegaskan posisinya sebagai agent of change (agen perubahan) sekaligus agent of control (agen kontrol). Mereka menuntut pemerintah daerah memberikan porsi yang jelas bagi generasi muda dalam sektor ekonomi, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Ketua KNPI Jombang, Rohmadi, menyatakan dengan tegas bahwa struktur pemuda hari ini menuntut dampak konkret dari visi pembangunan daerah yang tertuang dalam program Asta Cita Pemerintah Kabupaten Jombang.
"KNPI Jombang hadir untuk mendorong lahirnya pemuda-pemuda yang kreatif, inovatif, dan mandiri. Kami ingin terlibat aktif dalam pemberdayaan ekonomi kreatif, pendampingan UMKM milik anak muda, serta berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar alumnus IAI-UW Jombang tersebut.
Mantan aktivis PMII ini juga memperingatkan bahwa KNPI tidak akan segan melayangkan kritik tajam jika kebijakan pemerintah dinilai melenceng atau mengabaikan kepentingan masyarakat luas dan generasi muda.
"Kami ingin memastikan bahwa pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan. KNPI akan terus memberikan masukan, kritik yang membangun, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan generasi muda," tegas Rohmadi.
Tidak sekadar membawa kritik, dalam pertemuan tersebut KNPI menyodorkan sejumlah draf gagasan kepada Bupati Warsubi. Beberapa poin penting yang dituntut KNPI adalah Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda yang siap kerja dan bersaing.
Kemudian, Penguatan ekosistem kewirausahaan yang berpihak pada modal lokal; dan Pembentukan ruang-ruang kreatif (creative hub) di tingkat kecamatan sebagai sarana inovasi anak muda.
Tuntutan ini langsung memicu respons dari Bupati Jombang, Warsubi. Di hadapan pengurus KNPI, Warsubi langsung mengaitkan tuntutan pemuda dengan salah satu program unggulan dalam Asta Cita Pemkab Jombang, yaitu program Satu Dusun Satu Wirausaha.
Program ini ditargetkan untuk mendongkrak kemandirian ekonomi dari tingkat akar rumput, sebuah visi yang diakui bupati mustahil jalan tanpa motor penggerak dari kalangan pemuda.
"Pemuda merupakan aset penting bagi masa depan Jombang. Karena itu, saya sangat mendukung program-program KNPI yang berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan kapasitas generasi muda," kata Warsubi.
Pemerintah Kabupaten Jombang saat ini mengklaim tengah fokus memicu lahirnya pelaku usaha baru di tingkat desa dan dusun untuk menekan angka pengangguran terbuka. Warsubi menantang balik KNPI untuk membuktikan narasi mitra strategis mereka dengan turun langsung mendampingi masyarakat.
"Kami ingin setiap dusun memiliki pelaku usaha yang mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Di sinilah peran pemuda sangat dibutuhkan sebagai penggerak ekonomi kreatif dan inovasi di desa-desa," ungkap Warsubi.
Bupati berharap KNPI tidak hanya tajam dalam memberikan evaluasi di ruang audiensi, tetapi juga mampu menjadi jembatan hidup yang menghubungkan aspirasi pemuda desa dengan kebijakan di kabupaten.
"Kami berharap KNPI Jombang mampu menjadi jembatan aspirasi pemuda sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Jombang," pungkasnya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
