JOMBANG, iNewsMojokerto.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang merombak 21 Pengurus Anak Cabang (PAC) demi menyambut lonjakan pemilih muda pada Pemilu 2029 mendatang.
Langkah taktis ini diawali dengan pelantikan serentak PAC di 21 kecamatan se-Kabupaten Jombang untuk masa bakti 2026–2031.
Partai berlambang banteng moncong putih tersebut mewajibkan kuota minimal 30 persen dari total kepengurusan diisi generasi muda di bawah usia 35 tahun. Kebijakan ini diambil guna mengantisipasi dominasi suara milenial dan Gen Z yang diprediksi menguasai peta politik nasional dalam tiga tahun ke depan.
Sekretaris DPC PDIP Jombang, Donny Anggun, menegaskan, peremajaan struktur bukan sekadar formalitas, melainkan strategi bertahan hidup yang krusial. Mengacu pada proyeksi data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), lanskap pemilih pada Pemilu 2029 akan mengalami pergeseran ekstrem.
"Survei dari KPU maupun BPS menyebutkan bahwa pemilik suara dari kalangan milenial dan Gen Z pada 2029 nanti akan mencapai angka 68 hingga 80 persen. Ini adalah bonus demografi yang sekaligus menjadi tantangan elektoral yang nyata," ujar Donny usai acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 21 PAC di Gedung Niaga Jaya, Jalan Brigjen Kretarto, Candi Mulyo, Jombang, Sabtu (30/5/2026).
Donny tidak menampik kekuatan tradisional PDIP selama ini berakar kuat pada basis kader senior di akar rumput (grassroots). Namun, dengan berubahnya struktur demografi pemilih, partai dituntut beradaptasi secara cepat agar ideologi perjuangan partai dapat dipahami generasi baru.
"Ketika pemilik suara mayoritas bergeser ke anak muda, maka instrumen partai juga harus diisi oleh anak muda yang paham akan AD/ART dan esensi perjuangan partai. Kehadiran wajah-wajah baru ini membawa energi dan semangat baru yang kami butuhkan," tambahnya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
