JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Puluhan Biksu atau Bhikkhu yang sedang melakukan perjalanan spiritual Thudong, singgah di Jombang dan ziarah makam Presiden Keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks makam keluarga Pesantren Tebuireng.
Di makam tokoh bangsa itu, para Biksu dari berbagai daerah di Asia Tenggara tersebut menggelar doa bersama dan tabur bunga di pusara Gus Durm Tampak bersamamya KH Riza Yusuf Hasyim atau Gus Riza, cucu KH Hasyim Asy'ari.
Biksu dari Sangha Theravada Indonesia, Bhante Thitayanno mengatakan Gus Dur merupakan sosok yang dihormati lintas agama karena pemikirannya menjunjung tinggi pluralisme.
Semangat persatuan dan toleransi yang diwariskan Gus Dur, kata dia, masih relevan hingga saat ini dan perlu terus dijaga bersama demi terciptanya kehidupan bangsa yang damai.
“Gus Dur dikenal sebagai Bapak Pluralisme karena beliau mampu merangkul berbagai perbedaan dan menjaga persatuan bangsa,” katanya.
Thitayanno menegaskan, perdamaian menjadi fondasi penting dalam pembangunan bangsa. Karena itu, nilai-nilai toleransi dan kebersamaan harus terus diperkuat di tengah masyarakat.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
