MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa memberhentikan sekaligus memperpanjang masa jabatan Komisaris Utama BPR Majatama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang digelar di Smartroom Satya Bina Karya (SBK).
Keputusan memberhentikan secara terhormat dan memperpanjang masa jabatan Komisaris Utama adalah upaya untuk menjaga keberlanjutan kinerja positif dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu.
"Keputusan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kontinuitas kebijakan, stabilitas organisasi, dan konsistensi pencapaian target kinerja perusahaan," kata Albarraa.
Komisaris utama periode 20022-2025 Bank Majatama dijabat oleh Teguh Gunarko, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto. Adanya keputusan yang disyratkan melalui RUPSLB itu, Teguh Gunarko kembali menjabat di posisi yang sama periode 2026-2030.
Gus Barra sapaan Albarra menilai kinerja yang telah diemban Teguh Gunarko, berujung positif dengan berbagai capaian yang dinilai cemerlang. Oleh karena itu, Gus Barra menyampaikan apresiasi kepada Teguh Gunarko beserta jajaran direksi BPR Majatama periode 2022-2025 yang lainnya.
"Selama masa tersebut (2022-2025), PT BPR Majatama perseroda berjalan dengan baik, tumbuh, dan dilaksanakan secara prudent, akuntabel, serta sesuai ketentuan regulator," katanya.
Ia menekankan kepada jajaran direksi BPR Majatama agar menjaga dan memperkuat prinsip Prudential Banking dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Prudential Banking sendiri ialah asas atau pedoman yang mewajibkan bank untuk sangat waspada dalam menghimpun dan menyalurkan dana agar risiko kerugian dapat diminimalisir.
"Pengurus pt BPR Majatama Perseroda, baik direksi maupun komisaris, perlu memperkuat implementasi prinsip prudential banking melalui peningkatan kualitas tata kelola perusahaan good corporate governance, pengendalian internal, dan kepatuhan terhadap regulasi," tandasnya.
Sementara itu, Teguh Gunarko pada laporannya menjabarkan bahwa BPR Majatama telah tumbuh sebagai salah satu Perseroda yang dapat berkembang secara adil, transparan dan konsisten.
"Kami menilai bahwa perseroan mampu menunjukkan kinerja yang tumbuh secara sehat, terukur, dan berkelanjutan, hal ini tercermin dari capaian kinerja keuangan yang dapat dibandingkan secara jelas antara posisi tahun 2022 dan tahun 2025," ujarnya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
