JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Para guru ngaji di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Kabupaten Jombang mendapat bantuan intensif dari pemerintah daerah setempat atas ketulusan guru mengajar Alquran sekaligus mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan di Kabupaten Jombang.
Penyerahan bantuan keuangan berupa insentif kepada 6500 guru ngaji dipusatkan di pendopo Kabupaten Jombang, berlangsung selama dua hari pada 15-17 April.
Berdasarkan data, pemberian insentif guru Ngaji merupakan amanat dari Surat Keputusan Bupati. Adapun sasaran penerima tahun ini mencakup 6.500 guru ngaji dan 1.816 lembaga TPQ yang tersebar di seluruh wilayah Jombang.
Setiap guru menerima insentif sebesar Rp1.000.000 per tahun yang dicairkan dalam dua tahap. Tujuannya memberikan perhatian lebih kepada guru ngaji serta memastikan tertib administrasi antara pemerintah daerah dan penerima manfaat.
Bupati Jombang Warsubi menekankan peran para guru ngaji sangat luar biasa. Pemkab Jombang pun menyadari sepenuhnya bahwa nilai pengabdian para guru ngaji tidak dapat diukur dengan nominal angka. Jasa dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an tidak bisa dinilai hanya dengan materi.
"Kami sangat paham, bantuan ini belum sebanding dengan waktu, tenaga dan keikhlasan yang telah diberikan selama ini," ujarnya.
Warsubi mengatakan pendidikan Al-Qur’an adalah salah satu pilar penting membentuk karakter dan moral anak-anak. TPQ mempunyai peran penting dalam menanamkan nilai-nilai agama sejak dini.
Meski bantuan diberikan sebagai bentuk perhatian, pemerintah meyakini ruh utama dari pengajaran Al-Quran di Jombang adalah ketulusan dan keikhlasan.
"Kami juga yakin, ada atau tidaknya bantuan ini, semangat mengajar tidak akan pernah surut. Karena mengajar mengaji sudah menjadi bagian dari pengabdian. Semoga ini menjadi penyemangat dan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan di Kabupaten Jombang," ujarnya.
Pemberian intensif diharapkan mampu mendorong semangat para guru TPQ untuk terus membina santri di lingkungan masing-masing, memastikan keberlangsungan pendidikan agama sebagai filter moral anak-anak Jombang, serta menjadi langkah awal sinkronisasi data pengajar keagamaan untuk program kesejahteraan lainnya di masa depan.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
