JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Bupati Jombang Warsubi menekankan, Idulfitri bukan sekadar seremoni berakhirnya bulan puasa, melainkan sebuah ujian untuk konsistensi ibadah di bulan-bulan berikutnya. Dia menyebut momen ini sebagai kemenangan besar melawan hawa nafsu.
"Idulfitri adalah hari kemenangan. Namun kemenangan ini bukanlah kemenangan atas orang lain. Ini adalah kemenangan atas diri kita sendiri, atas keserakahan yang berhasil kita tahan, atas amarah yang mampu kita kendalikan, serta atas ego yang berhasil kita tundukkan selama Ramadan," tutur Warsubi dalam sambutannya usai salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Baitul Mukminin.
Warsubi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Jombang yang telah menjaga ketertiban selama bulan suci. Menurutnya, suasana kondusif yang tercipta merupakan buah dari sinergi antara pemerintah, aparat, dan warga.
Dirinya berharap nilai-nilai kedisiplinan dan kesabaran yang ditempa selama Ramadan dapat diimplementasikan dalam pembangunan daerah.
"Mari kita jadikan Idulfitri ini sebagai kesempatan untuk saling memaafkan dengan tulus. Kita buka lembaran baru dengan hati yang bersih, kita rajut kembali silaturahmi yang mungkin sempat renggang, serta kita tumbuhkan kembali benih-benih kebaikan di dalam kehidupan kita," ujarnya.
Warsubi menyampaikan ucapan selamat hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada masyarakat kabupaten Jombang.
"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita selama bulan Ramadan, mengampuni segala khilaf dan dosa kita, serta menjadikan kita pribadi yang semakin bertakwa", ucapnya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
